Suparma Edukasi Siswa SMAN 17 Surabaya: Sampah Bisa Jadi Energi dan Bernilai Ekonomi

Moh. Afik • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:12 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Sustainability Manager PT Suparma Tbk Guritno Wirandoko secara simbolis menyerahkan bantuan CSR pada Kepala SMAN 17 Surabaya Zaenal Arifin berupah tempat pemilahan sampah organik dan un-organic serta mengedukasi siswa-siswi agar peduli pada lingkungan dan ekonomi sirkular. (M. Afiq Firdaus)
PEDULI LINGKUNGAN: Sustainability Manager PT Suparma Tbk Guritno Wirandoko secara simbolis menyerahkan bantuan CSR pada Kepala SMAN 17 Surabaya Zaenal Arifin berupah tempat pemilahan sampah organik dan un-organic serta mengedukasi siswa-siswi agar peduli pada lingkungan dan ekonomi sirkular. (M. Afiq Firdaus)

RADAR SURABAYA – PT Suparma Tbk memperkuat edukasi lingkungan di kalangan pelajar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk “Edukasi Hemat Energi dan Kebersihan Lingkungan” di SMAN 17 Surabaya, Kamis (13/8).

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan sekolah. PT Suparma Tbk juga mengajak siswa memahami pemilahan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), efisiensi energi, hingga konsep ekonomi sirkular.

Sustainability Manager PT Suparma Tbk Guritno Wirandoko mengatakan, edukasi pemilahan sampah sejak dini penting untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan sekaligus mengenalkan nilai guna dan ekonomi dari material bekas.

“Dengan tempat sampah terpilah, kita mengedukasi siswa untuk memilah mana sampah yang punya nilai dan masih bisa dimanfaatkan, seperti botol plastik dan kertas,” ujar Guritno di sela acara, Kamis (13/8).

Suparma Olah 300 Ton Kertas Bekas per Hari

Menurut Guritno, penerapan ekonomi sirkular memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi beban lingkungan, material yang

masih bernilai dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Baca Juga: Pemprov Jatim Sediakan 4.000 Undangan Gratis Upacara HUT RI di Grahadi

Konsep tersebut sejalan dengan kegiatan usaha PT Suparma Tbk sebagai produsen kertas dan tisu yang memanfaatkan kertas daur ulang sebagai salah satu bahan baku produksi.

Saat ini, Suparma mengolah sekitar 300 ton kertas bekas per hari untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku kertas.

Sementara itu, sampah plastik dan residu tertentu dari proses pemisahan mencapai sekitar 5–10 ton per hari.

Material tersebut dapat dimanfaatkan melalui skema waste-to-energy.

“Untuk material plastik dan residu tersebut, kami mengelola sekitar 5–10 ton per hari yang kemudian dikonversi menjadi energi.

Pemanfaatan tersebut dapat menghasilkan energi sekitar 5–10 MW per hari untuk operasional produksi,” katanya.

Suparma Beri Fasilitas Pengelolaan Sampah di SMAN 17

Dalam program CSR tersebut, PT Suparma Tbk menyerahkan sejumlah fasilitas untuk mendukung pengelolaan lingkungan di SMAN 17 Surabaya.

Bantuan tersebut meliputi tempat sampah terpilah untuk seluruh kelas, dua set alat komposter sampah organik, dispenser tisu berlogo sekolah, serta dukungan revitalisasi lapangan basket dan penataan UMKM kantin.

Selain memberikan fasilitas, perusahaan mengajak siswa berpartisipasi dalam Green Innovation Challenge dan Video Campaign Ramah Lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong menghasilkan karya dan konten kreatif yang mengangkat penerapan gaya hidup ramah lingkungan.

Siswa SMAN 17 Surabaya Olah Barang Bekas Jadi Produk Bernilai

Kepala SMAN 17 Surabaya Zaenal Arifin mengatakan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari solusi terhadap persoalan lingkungan melalui kreativitas.

Baca Juga: Guru SMKN 1 Nganjuk Gabungkan e-Gamelan dan Sains, Cara Unik Lestarikan Budaya Jawa

Menurut dia, sejumlah karya siswa yang dipamerkan menunjukkan bahwa barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai.

“Anak-anak sudah bisa menunjukkan bahwa sesuatu yang menurut orang tidak berguna dapat menjadi sesuatu yang mempunyai nilai tinggi,” katanya.

Sejumlah karya yang ditampilkan antara lain meja dari barang bekas, tempat ikan berbahan plastik bekas, sapu hasil pemanfaatan kembali material bekas, hingga lilin aromaterapi yang dibuat dari minyak jelantah.

Zaenal menjelaskan, SMAN 17 Surabaya sebelumnya juga telah menerapkan pemilahan sampah dan mendorong pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai.

Sekolah turut mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dengan membiasakan siswa dan guru membawa tumbler.

“Kebijakan tersebut berdampak pada menurunnya penggunaan botol minuman plastik sekali pakai di lingkungan sekolah hingga nyaris tidak digunakan,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Bosan Diputar Berkali-kali Ini Alasan Lagu Favorit Sulit Ditinggalkan

Edukasi Lingkungan Diharapkan Berlanjut ke Rumah

PT Suparma Tbk berharap program CSR tersebut dapat membentuk kebiasaan baru di kalangan siswa.

Kebiasaan peduli lingkungan diharapkan tidak berhenti di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar.

Perusahaan juga berkomitmen mengembangkan program serupa bersama sekolah maupun institusi lainnya.

Fokusnya mencakup edukasi pemilahan sampah, pengolahan limbah, efisiensi energi, serta pemanfaatan kembali material sebagai bagian dari upaya mendukung penerapan ekonomi sirkular.

Dengan pendekatan tersebut, edukasi lingkungan diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan perilaku, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa sampah tertentu masih memiliki nilai guna dan ekonomi jika dikelola secara tepat. (fix)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
SMAN 17 Surabaya CSR Lingkungan PT Suparma Tbk Pengelolaan Sampah ekonomi sirkular