38 Inovasi KKN UMSURA Didorong Jadi Produk Siap Pakai

Andy Satria • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:43 WIB
KKN EXPO: Wagub Jatim Emil Dardak didampingi Rektor UMSURA Mundakir meninjau stan pameran karya hasil KKN mahasiswa UMSURA dalam KKN Expo di Balai Pemuda Surabaya. (Andy Satria)
KKN EXPO: Wagub Jatim Emil Dardak didampingi Rektor UMSURA Mundakir meninjau stan pameran karya hasil KKN mahasiswa UMSURA dalam KKN Expo di Balai Pemuda Surabaya. (Andy Satria)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 38 inovasi teknologi tepat guna dihasilkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong agar puluhan inovasi tersebut tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dikembangkan menjadi produk yang siap digunakan dan memiliki nilai ekonomi.

Dorongan tersebut disampaikan Emil saat menghadiri Expo Hasil KKN UMSURA 2026 di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (11/8) sore.

Menurutnya, expo menjadi momentum penting untuk mempertemukan karya mahasiswa dengan masyarakat sekaligus menguji sejauh mana inovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata.

“Balai Pemuda ini adalah salah satu pusat kegiatan yang diminati oleh warga. Tempat yang sangat tepat untuk menyajikan karya-karya para mahasiswa langsung ke tengah masyarakat,” kata Emil.

Baca Juga: GPM Surabaya Jual Pangan Murah, Pedagang Penyetan Ikut Berburu Bahan Baku

38 Inovasi KKN UMSURA Harus Berlanjut

Emil mengapresiasi 38 karya mahasiswa yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Ia mengakui, mengubah hasil penelitian menjadi produk siap pakai dan siap jual bukan proses yang mudah.

“Saya tadi mendengar ada 38 karya, atau boleh dikatakan bahkan produk. Dari karya kemudian menjadi sebuah produk yang siap jual, tentu memang bukan perjalanan yang mudah. Tetapi harus kita kejar ke sana,” ujarnya.

Dari 38 inovasi tersebut, sebanyak 11 karya telah mendapatkan pengakuan hak cipta sederhana. Sementara itu, 26 produk lainnya masih dalam proses memperoleh paten.

Emil menilai perlindungan kekayaan intelektual penting untuk menjaga hasil karya mahasiswa.

Namun, proses tersebut harus dilanjutkan dengan pengembangan, produksi, dan pemanfaatan agar inovasi tidak berhenti pada aspek administratif.

Ia berharap Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, dan UMSURA dapat bersama-sama mengawal keberlanjutan 38 produk hasil KKN tersebut.

Bahkan, Emil membuka peluang agar produk mahasiswa dapat masuk ke dalam ekosistem pengadaan pemerintah melalui e-katalog.

“Harapannya jangan berhenti di sini. Produk ini kita kawal terus bareng-bareng dengan Pemkot, dengan Pemprov.

Baca Juga: BRI Kancab Kapas Kampung Serahkan Bus ke Ubaya, Perkuat Dukungan Aktivitas Kampus

Siapa tahu suatu saat kalau pemerintah mencari produk-produk pertanian, misalnya, itu sudah tersedia di e-katalog. Dan itu berawal dari KKN-nya Universitas Muhammadiyah Surabaya,” tuturnya.

Teknologi Tepat Guna Harus Dipakai Masyarakat

Emil menegaskan bahwa keberhasilan teknologi tepat guna tidak cukup diukur dari bentuk atau kecanggihan inovasinya.

 Hal yang lebih penting adalah kemampuan produk tersebut dalam menyelesaikan persoalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kita tidak lagi bicara wacana atau retorik. Konkretnya seperti apa. Makanya istilahnya digunakan teknologi tepat guna.

Kepakai. Teknologi yang tidak hanya menjadi penelitian yang menghiasi rak-rak, tetapi menjadi barang atau perangkat yang bisa digunakan langsung oleh masyarakat,” tegas Emil.

Karena itu, Emil meminta perkembangan seluruh produk tersebut terus dipantau setelah expo selesai.

Ia juga meminta data lengkap 38 inovasi untuk melihat perjalanan, pengembangan, dan pemanfaatannya ke depan.

“Saya pastikan bahwa keseluruhan 38 itu, saya mohon datanya. Kita akan sangat tertarik untuk bisa melihat perjalanan 38 karya ini ke depannya,” ujarnya.

KKN UMSURA Diikuti 1.292 Mahasiswa

Sementara itu, Rektor UMSURA Prof. Dr. Mundakir mengapresiasi karya dan inovasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari peran dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa selama berada di lapangan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para pembimbing KKN dan tentu juga mahasiswa yang terus berkarya, berinovasi sesuai dengan tagline kita, sesuai dengan tema KKN kita, Simfoni Inovasi, Berakar Lokal, Berdampak Global,” kata Mundakir.

Mundakir mengatakan, KKN merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Keberadaan perguruan tinggi, termasuk kampus kita, terus berinovasi untuk menjadi kampus yang berdampak, untuk menjadi individu-individu intelektualitas yang punya dampak ke masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat (LRIPM) UMSURA Dr. Arin Setiyowati mengatakan, KKN UMSURA 2026 diikuti 1.292 mahasiswa.

Mereka tersebar di enam kabupaten/kota di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, Pasuruan, Kediri, Nganjuk, dan Probolinggo.

Para mahasiswa tersebut terbagi dalam 48 kelompok dan menghasilkan 38 produk inovasi teknologi tepat guna. KKN UMSURA 2026 mengusung tema “Simfoni Inovasi, Berakar Lokal, Berdampak Global”.

“Alhamdulillah KKN tahun 2026 ini diikuti 1.292 mahasiswa, tersebar di enam kabupaten/kota di Jawa Timur.

Ada 48 kelompok menghasilkan 38 produk inovasi teknologi tepat guna yang insyaallah akan menjadi produk siap uji pakai dan digunakan,” kata Arin.

90 Persen Mitra Puas dengan KKN UMSURA

Arin mengatakan, 38 produk inovasi tersebut diarahkan untuk memasuki tahap uji pakai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah produk bahkan telah siap memasuki tahap produksi.

Menurutnya, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen UMSURA agar program pengabdian kepada masyarakat tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Karya mahasiswa diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selama pelaksanaan KKN, LRIPM UMSURA juga melakukan monitoring dan evaluasi. Hasilnya, sekitar 90 persen masyarakat maupun mitra mengaku puas dengan kehadiran mahasiswa KKN.

“Sekitar 90 persen masyarakat atau mitra kami merasa puas dengan kehadiran teman-teman KKN bersama warga. Mereka belajar dan kemudian mentransfer ilmu yang dimiliki kepada masyarakat,” kata Arin.

Dengan 38 inovasi teknologi tepat guna tersebut, UMSURA berharap KKN 2026 dapat berkembang menjadi ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Produk mahasiswa akan terus dikawal mulai dari uji pakai, perlindungan kekayaan intelektual, produksi, hingga pemanfaatannya oleh masyarakat.(sam) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
KKN UMSURA 2026 Inovasi Teknologi Tepat Guna surabaya universitas muhammadiyah surabaya umsura