Pelatihan PPGD BPBD Surabaya: Relawan Diminta Bertindak Tepat, Bukan Sekadar Cepat

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB
BPBD Kota Surabaya memberikan pelatihan kepada relawan Siaga Kota Surabaya dalam menangani kondisi kegawatdaruratan.
BPBD Kota Surabaya memberikan pelatihan kepada relawan Siaga Kota Surabaya dalam menangani kondisi kegawatdaruratan.

RADAR SURABAYA — Relawan memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal ketika terjadi situasi darurat. Namun, kecepatan merespons tidak cukup.

Relawan juga harus memahami batas kemampuan, prosedur pertolongan pertama, serta kapan harus meminta bantuan tenaga profesional.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang digelar melalui kolaborasi Siaga Kota Surabaya dan BPBD Kota Surabaya di Markas BPBD Kota Surabaya, Selasa (11/8).

Pelatihan tersebut digelar untuk meningkatkan kapasitas relawan agar mampu memberikan respons awal secara aman dan tepat ketika menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan di lapangan.

Relawan Harus Pahami Batas Kemampuan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kabid Darlog) BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, menegaskan pentingnya memiliki standar penanganan yang seragam di kalangan relawan.

Baca Juga: Wagub Emil: SPPG di Jatim Tak Serap Telur Peternak Sesuai Instruksi Harus Ada Konsekuensi

Menurut dia, peserta tidak hanya perlu mengetahui teknik memberikan pertolongan pertama, tetapi juga harus memahami kondisi yang memungkinkan mereka bertindak dan situasi ketika bantuan tenaga yang lebih berkompeten diperlukan.

"Peserta dibekali pemahaman tidak hanya cara menolong, tetapi juga kapan harus bertindak, bagaimana melakukannya dengan aman, serta kapan meminta bantuan pihak yang lebih berkompeten," tutur Linda.

Pemahaman tersebut penting karena kondisi di lokasi kejadian dapat berubah dengan cepat.

Relawan harus mampu membaca situasi sekaligus memastikan tindakan pertolongan yang diberikan tidak justru menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun penolong.

PPGD Jadi Tahap Awal Peningkatan Kapasitas Relawan

Koordinator Siaga Kota Surabaya, Roni Noor Adam, mengatakan pelatihan PPGD menjadi langkah awal untuk menetapkan standar kemampuan relawan sebelum mereka diterjunkan ke lokasi kejadian.

"Kami ingin relawan Siaga Kota Surabaya tidak hanya memiliki semangat untuk membantu, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai," ujarnya.

Roni menambahkan, peningkatan kapasitas relawan tidak dapat dilakukan hanya melalui satu kali pelatihan.

Baca Juga: Mentan Amran di Jatim, Ancam Cabut Izin Importir Pakan yang Mainkan Harga, SPPG Wajib Serap Telur Peternak

PPGD Sesi 1 menjadi tahap awal, sementara sesi berikutnya akan diisi dengan materi yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Dengan pembekalan secara bertahap, relawan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat, sekaligus memahami batas kewenangan ketika memberikan pertolongan kepada korban.

Relawan Bukan Pengganti Tenaga Medis

Dalam penanganan kegawatdaruratan, relawan memiliki fungsi penting sebagai pemberi respons awal.

Namun, peran tersebut tidak berarti menggantikan tenaga medis atau tenaga profesional lainnya.

Relawan diharapkan mampu memberikan respons awal yang aman, melakukan penilaian terhadap kondisi korban, membantu menstabilkan situasi, serta mengoordinasikan proses rujukan kepada pihak yang berwenang.

Pemahaman terhadap batasan tersebut menjadi bagian penting dari pelatihan. Dengan demikian, relawan tidak hanya dituntut memiliki keberanian untuk turun tangan, tetapi juga kemampuan menentukan tindakan yang tepat berdasarkan kondisi di lokasi.

"Dalam situasi darurat, datang lebih cepat memang penting. Namun, datang dengan kemampuan yang tepat jauh lebih penting," pungkas Roni. (rmt)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) surabaya bpbd