Cegah Perundungan, AMN Surabaya Siapkan Program Orientasi untuk Mahasiswa Baru

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia menghuni Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya.(Rahmat Sudrajat)
Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia menghuni Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya.(Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya menyiapkan program orientasi dan edukasi bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa lama untuk mencegah perundungan serta menciptakan lingkungan asrama yang aman dan nyaman.

Langkah tersebut dilakukan menjelang tahun ajaran baru. Kekhawatiran terhadap potensi munculnya perundungan, terutama di lingkungan mahasiswa baru, menjadi perhatian pengelola AMN Surabaya.

Direktur Eksekutif AMN Surabaya, Dhian Satria Yudha Kartika, mengatakan hubungan antarangkatan di lingkungan asrama selama ini berjalan dengan baik.

Tidak terdapat sekat yang membedakan mahasiswa senior dan junior.

“Kondusivitas asrama terjalin. Artinya, tidak ada yang merasa senior ataupun junior. Nanti ada program orientasi dari kami yang akan menjadi sarana penghubung di antara mereka, mengharmoniskan adik-adik ini.

Tidak ada yang namanya senioritas atau perundungan,” ujar Dhian, Senin (10/8).

Baca Juga: Soekarno Cup U-17 2026 di Jatim Jadi Ajang Berburu Talenta Muda Potensial

AMN Surabaya Hadirkan Satgas PTN

Untuk memperkuat upaya pencegahan perundungan, AMN Surabaya juga menggandeng satuan tugas (satgas) dari perguruan tinggi negeri (PTN).

Satgas tersebut akan memberikan materi edukasi kepada para penghuni asrama.

Materi tidak hanya berkaitan dengan perundungan, tetapi juga mencakup pencegahan kekerasan seksual.

Menurut Dhian, edukasi tersebut penting agar mahasiswa memiliki pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan serta mampu mengantisipasi dan melindungi diri.

“Salah satu materi orientasi yang kita berikan adalah kita datangkan satgas dari PTN untuk mengisi, yaitu seperti satgas kekerasan seksual atau perundungan.

 Nah, itu kita berikan materi sehingga adik-adik juga bisa mengantisipasi ataupun menjaga,” jelasnya.

Ia menegaskan, AMN Surabaya ingin memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan ruang tinggal yang aman dan nyaman selama menjalani pendidikan.

Baca Juga: Fun Match Midtown Indonesia 2026, Perkuat Sportivitas dan Kebersamaan dengan Badminton

“Memang kita hadirkan asrama ini adalah asrama yang aman dan juga nyaman untuk seluruh penghuni,” imbuhnya.

Edukasi untuk Hilangkan Stigma Asrama

Selain mencegah perundungan, AMN Surabaya juga berupaya menghilangkan pandangan negatif masyarakat terhadap kehidupan di asrama mahasiswa.

Menurut Dhian, masih terdapat anggapan bahwa tinggal di asrama berarti mahasiswa akan mendapatkan banyak pembatasan.

Karena itu, pihaknya menyiapkan konten-konten edukatif untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat dan calon penghuni.

“Kita membuat konten edukatif agar tidak ada anggapan asrama itu seolah-olah seperti penjara.

Artinya, memang ada aturan main, akan tetapi di dalamnya tetap sesuai dengan kebutuhan akademik,” katanya.

Ia menjelaskan, aturan yang diterapkan di AMN tetap diarahkan untuk membangun kedisiplinan tanpa menghilangkan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.

“Mahasiswa tetap diberikan kelonggaran, namun semua tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh asrama,” pungkasnya.

Mahasiswa AMN Surabaya Berasal dari Berbagai Daerah

AMN Surabaya menjadi tempat tinggal mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Mahasiswa baru yang menghuni asrama tersebut merupakan mahasiswa yang diterima di empat perguruan tinggi negeri di Surabaya.

Keempat kampus tersebut adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dengan latar belakang mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, program orientasi diharapkan dapat menjadi ruang untuk membangun interaksi positif,

memperkuat kebersamaan, serta mencegah munculnya praktik senioritas dan perundungan.

Pengelola AMN Surabaya memastikan upaya pencegahan akan terus dilakukan melalui edukasi dan pendampingan.

Dengan demikian, mahasiswa dapat menjalani kehidupan akademik sekaligus kehidupan di asrama dalam suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. (rmt)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
surabaya Asrama Mahasiswa Nusantara ptn amn