Tolak Normalisasi LGBT, AUPG Jatim Desak Perda hingga Kurikulum Pencegahan

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:19 WIB
Peserta aksi damai Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur memadati kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (Rahmat Sudrajat)
Peserta aksi damai Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur memadati kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur menggelar aksi damai di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (9/8).

Mereka menyuarakan penolakan terhadap kampanye dan normalisasi LGBT sekaligus mendesak pemerintah mengambil langkah konkret melalui regulasi dan pendidikan.

Aksi tersebut berlangsung mulai dari simpang empat Air Mancur dekat Balai Pemuda hingga mendekati Jalan Basuki Rahmat.

Massa yang hadir disebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk unsur majelis taklim dan masyarakat umum.

Humas AUPG Jatim Muhammad Rizky Nafis mengatakan, aksi tersebut mengusung tema "Bebaskan Indonesia dari Ancaman dan Kejahatan LGBT".

Menurut Rizky, AUPG mendorong pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan aturan tertulis, tetapi juga melakukan langkah pencegahan melalui berbagai sektor kehidupan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Titipkan Anak Pasutri yang Viral ke Rumah Aman, Tunggu Putusan Hak Asuh

“Jangan sampai dibiarkan dan jangan sampai dibuat normalisasi. Tentu saja, tidak hanya pelarangan secara normatif, kami juga menginginkan hal ini diterapkan dalam semua sendi kehidupan,” ujar Rizky.

AUPG Minta Regulasi Anti LGBT

Dalam aksi tersebut, AUPG mendesak pemerintah segera merumuskan Undang-Undang AntilGBT.

Mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur menerbitkan peraturan daerah atau peraturan gubernur yang, menurut mereka, dapat menjadi instrumen pencegahan terhadap pergaulan bebas dan perilaku seksual yang mereka nilai menyimpang.

“Kami mengecam dan menolak secara tegas segala bentuk perilaku, kampanye, promosi, dan normalisasi LGBTQ di seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam, moral, budaya, dan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Rizky menyebut tuntutan tersebut juga berkaitan dengan upaya memperkuat perlindungan terhadap generasi muda.

Ia mengingatkan agar anak-anak tidak terpengaruh oleh berbagai konten yang menurut AUPG berkaitan dengan LGBT.

“Jangan sampai generasi kita, anak-anak kita, juga terpengaruh dengan LGBT ini,” imbaunya.

Dorong Kurikulum Pencegahan di Sekolah

Selain regulasi, AUPG mendorong percepatan penerapan kurikulum pencegahan berbasis nilai agama dan penguatan karakter di seluruh jenjang pendidikan.

Baca Juga: Ini Alasan Petugas Dishub Surabaya Jadi Jukir di CFD Taman Bungkul 

Mereka juga meminta TNI mengintegrasikan materi edukasi mengenai bahaya perilaku seksual yang mereka anggap menyimpang ke dalam program pembinaan masyarakat.

Di sisi lain, Polri didesak memperketat pengawasan siber terhadap penyebaran konten yang dinilai berkaitan dengan LGBT.

AUPG juga menyerukan kepada umat Islam, ulama, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat konsolidasi, sosialisasi, serta edukasi kepada masyarakat.

Klaim Diikuti Lebih dari 10 Ribu Peserta

Rizky menyebut aksi tersebut merupakan aksi pertama yang digelar AUPG.

Kegiatan itu disebut menjadi wadah untuk memperkuat dukungan terhadap Fatwa MUI sekaligus menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah.

“Alhamdulillah, kali ini sudah dihadiri ribuan hingga puluhan ribu orang. Lebih dari 10 ribu peserta sudah hadir untuk bersama-sama mengikuti aksi ini,” ungkapnya.

Kawasan Grahadi dipilih sebagai salah satu lokasi aksi karena dinilai menjadi ikon masyarakat Jawa Timur sekaligus lokasi strategis untuk menyampaikan aspirasi kepada para pengambil kebijakan.

Dalam pernyataannya, AUPG juga mengaitkan tuntutan tersebut dengan nilai agama, moral, budaya, dan ketahanan keluarga.

Mereka menyerukan penerapan nilai-nilai Islam secara menyeluruh sebagai solusi yang mereka yakini dapat melindungi generasi muda.

“Untuk itu, kami hadir agar penolakan ini harus terus digaungkan,” pungkas Rizky.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
AUPG jatim lgbt