RADAR SURABAYA – Sebanyak 73 mahasiswa dan dosen dari delapan kampus di Jawa Timur mengikuti pembekalan untuk melanjutkan studi di Taiwan. Kegiatan ini dihadiri Direktur General Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, David Lin, di INTACT Base Surabaya, Jumat (7/8).
Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari ratusan mahasiswa penerima beasiswa INTENSE program yang akan berangkat ke Taiwan. Delapan kampus tersebut yakni ITATS Surabaya, Politeknik Negeri Madiun, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas PGRI Madiun, Universitas Narotama, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA).
Baca Juga: Hadapi Krisis Ekologis, Menteri LH Minta Mahasiswa Berpikir Ekologis
Dalam sambutannya, David Lin yang baru dua minggu bertugas di Surabaya menyampaikan optimismenya terhadap mahasiswa Indonesia.
“Hari ini kamu datang ke Taiwan, besok merangkul dunia,” ujar David.
Ia juga menegaskan bahwa Taiwan ramah bagi masyarakat Indonesia. Saat ini, jumlah warga Indonesia di Taiwan telah melampaui 300 ribu orang, baik yang bekerja maupun menempuh pendidikan.
“Tidak perlu khawatir, Taiwan sangat terbuka dan bersahabat bagi mahasiswa Indonesia,” tambahnya.
Direktur INTACT Base Surabaya Andre So menjelaskan, mahasiswa yang hadir merupakan perwakilan karena jumlah peserta program sebenarnya mencapai ratusan orang. Para dosen turut hadir untuk mengantar sekaligus menjalin pengenalan dengan pihak TETO Surabaya.
Baca Juga: Kemenag Tingkatkan Kompetensi 31.863 Guru PAI Jatim, Ini Fokusnya
“Mahasiswa yang datang ini adalah penerima beasiswa INTENSE program. Hari ini yang hadir hanya perwakilan, sementara totalnya ada ratusan,” jelas Andre.
Ia menambahkan, para peserta akan melanjutkan studi di Taiwan melalui berbagai jalur pendidikan. Mulai dari program double degree dua kampus, master degree, hingga jenjang D3 yang dilanjutkan ke sarjana maupun program post-baccalaureate.
Menurut Andre, melalui INTACT Base Surabaya, program INTENSE diharapkan terus membuka akses pendidikan internasional bagi mahasiswa Jawa Timur dengan skema yang lebih beragam dan terarah. (*)
Editor : Lambertus Hurek