KBS Tak Bisa Lagi Andalkan Tiket, Wisata Pengalaman Jadi Kunci Bertahan

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:32 WIB
Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata pengalaman sekaligus pusat edukasi konservasi satwa. (Rahmat Sudrajat)
Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata pengalaman sekaligus pusat edukasi konservasi satwa. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinilai perlu melakukan transformasi agar tidak lagi bergantung pada pendapatan dari penjualan tiket masuk.

Pengembangan konsep wisata berbasis pengalaman (experience tourism) dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik sekaligus memperkuat sumber pendapatan.

Pakar pariwisata sekaligus Koordinator Program Pariwisata Kreatif Universitas Kristen Petra (UK Petra), Devi Destiani Andilas, mengatakan pengelolaan kebun binatang secara konvensional dengan

mengandalkan tiket masuk dan atraksi sederhana sudah tidak lagi cukup memenuhi ekspektasi pengunjung.

Menurutnya, KBS memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif dan edukatif.

Baca Juga: KAI Commuter Catat 1,37 Juta Penumpang, Stasiun Gubeng Paling Ramai

Salah satunya melalui program behind the scenes atau tur di balik layar yang memungkinkan pengunjung melihat langsung proses perawatan satwa, penyusunan pakan, hingga aktivitas tenaga perawat.

"Pengunjung tidak hanya melihat satwa dari balik kandang, tetapi juga memahami bagaimana satwa dirawat.

 Pengalaman seperti ini akan lebih berkesan sekaligus menjadi sarana edukasi," ujar Devi, Kamis (6/8).

Ia juga mengusulkan agar aktivitas memberi makan satwa dikemas lebih menarik. Pengunjung, khususnya pelajar, dapat dilibatkan dalam pembelajaran mengenai kebutuhan gizi satwa,

 jenis pakan, hingga tata cara pemberian pakan yang benar di bawah pendampingan petugas.

Selain itu, Devi menyarankan KBS mengembangkan paket kunjungan berbasis kurikulum sekolah.

Baca Juga: Yamaha Customer Day 2026 Hadirkan Kesempatan Menangkan Lima Unit Fazzio Hybrid Neo bagi Pelanggan di Jawa Timur dan NTB

Materi pembelajaran, seperti metamorfosis, rantai makanan, dan keanekaragaman hayati, dapat dipadukan dengan kegiatan di kebun binatang sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual.

"Tim pemasaran perlu memetakan materi pelajaran di sekolah, kemudian menyusunnya menjadi paket kunjungan tematik yang dapat dilakukan beberapa kali dalam setahun dengan biaya terjangkau," katanya.

Pengembangan tersebut, lanjut Devi, tidak harus dilakukan dengan memperluas lahan. Manajemen dapat mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada melalui penyelenggaraan pameran tematik,

 program konservasi, maupun kegiatan edukasi lingkungan. Area terbuka di KBS juga dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan perusahaan dan komunitas sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Melalui inovasi tersebut, KBS diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi wisata edukasi modern yang tidak hanya menarik bagi wisatawan,

tetapi juga memiliki kemandirian finansial melalui diversifikasi layanan dan sumber pendapatan.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
wisata edukasi kbs wisata surabaya kebun binatang surabaya