Produk UMKM Binaan KAI Daop 8 Surabaya Tembus Indonesia Fashion Week 2026, Dana TJSL Naik Signifikan

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:27 WIB
Produk Batik Bu Dar, UMKM binaan PT KAI Daop 8 Surabaya, tampil mewakili binaan KAI dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Istimewa)
Produk Batik Bu Dar, UMKM binaan PT KAI Daop 8 Surabaya, tampil mewakili binaan KAI dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. (Istimewa)

RADAR SURABAYA – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya dalam memberdayakan masyarakat terus menunjukkan hasil nyata.

Sepanjang Semester I 2026, penyaluran dana Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meningkat signifikan menjadi Rp245.288.000, naik sekitar 56,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp156.659.000.

Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa KAI Daop 8 Surabaya tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi yang aman, selamat, dan nyaman,

 tetapi juga berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi, pembangunan sosial, dan pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Baca Juga: Kemenag Luncurkan 90 Buku Digital PAI Gratis, Literasi Madrasah Makin Kuat

Berbagai program TJSL telah direalisasikan, mulai dari pembangunan sarana ibadah, bantuan fasilitas pendidikan, penyaluran paket sembako, dukungan bagi panti penyandang disabilitas, hingga kegiatan penghijauan dan penanaman pohon.

UMKM Binaan KAI Daop 8 Surabaya Naik Kelas

Salah satu program yang mencatatkan hasil membanggakan adalah pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar, Batik Bu Dar asal Mojokerto berhasil menembus ajang bergengsi Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.

Keikutsertaan Batik Bu Dar di IFW 2026 menjadi bukti bahwa program pembinaan KAI mampu meningkatkan daya saing produk lokal hingga tampil di panggung nasional.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa program TJSL dirancang bukan sekadar memberikan bantuan,

melainkan menciptakan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan yang berkelanjutan.

"Melalui program TJSL, kami ingin tumbuh bersama masyarakat dengan menghadirkan program yang tepat sasaran, berkelanjutan,

serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," ujar Mahendro, Rabu (5/8).

Baca Juga: Grand Swiss-Belhotel Darmo SurabayaKreasi Tumpeng Modern dan Minuman Merah Putih

Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Menurut Mahendro, keberhasilan Batik Bu Dar tampil di Indonesia Fashion Week 2026 menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara KAI dan pelaku UMKM.

Prestasi tersebut sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk-produk daerah untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi.

"Kami berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperluas akses pasar, dan memiliki daya saing yang semakin kuat.

KAI berkomitmen menghadirkan program TJSL yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan sehingga masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan," tuturnya.

Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan Masyarakat

Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya menegaskan akan terus menjalankan program TJSL secara konsisten, transparan, dan akuntabel.

Sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan juga akan diperkuat agar manfaat program semakin luas.

Melalui langkah tersebut, KAI berharap dapat terus menghadirkan transportasi yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, khususnya sektor UMKM.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
UMKM Binaan KAI Indonesia Fashion Week 2026 Program TJSL KAI Batik Bu Dar Mojokerto kai daop 8 surabaya