RADAR SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi sarana memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem,
tetapi juga menjadi tempat mencetak pemimpin masa depan yang mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pembentukan karakter.
Penegasan tersebut disampaikan Eri saat menghadiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya, Rabu (5/8).
Kehadirannya bersama jajaran kepala perangkat daerah disambut antusias oleh ratusan siswa dan tenaga pendidik.
Di hadapan para peserta didik baru, Eri menekankan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Sebut Iuran Agustusan Sukarela, Tidak Boleh Ada Paksaan
"Percuma menjadi seorang pemimpin kalau tidak bisa menolong sesama. Percuma menjadi pemimpin kalau tidak mampu menciptakan kedamaian dan tidak memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Nilai-nilai inilah yang harus dimiliki anak-anak kita," ujarnya.
Menurut Eri, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Surabaya.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat. Saya yakin dari sekolah ini akan lahir wali kota, gubernur, bahkan presiden.
Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diberikan negara," katanya.
Karakter Petarung Jadi Modal Utama
Eri meyakini para siswa Sekolah Rakyat memiliki modal besar untuk menjadi pribadi yang tangguh karena sejak kecil telah ditempa oleh berbagai tantangan kehidupan.
Baca Juga: Grand Swiss-Belhotel Darmo SurabayaKreasi Tumpeng Modern dan Minuman Merah Putih
Menurutnya, karakter tersebut harus diarahkan melalui pendidikan yang berkualitas agar menjadi kekuatan dalam meraih cita-cita.
"Kalau kata Pak Presiden, mereka ini sudah memiliki karakter petarung. Tinggal karakter itu diarahkan melalui pendidikan agar menjadi kekuatan untuk meraih cita-cita," tuturnya.
Saat ini, SRT 2 Surabaya yang berada di Kecamatan Bulak menampung 368 siswa.
Sebanyak 270 di antaranya merupakan peserta didik baru jenjang SD, SMP, dan SMA. Adapun sisanya merupakan siswa yang sebelumnya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Eri menjelaskan seluruh siswa yang diterima berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok masyarakat miskin ekstrem yang menjadi prioritas pemerintah.
"Memang sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin. Semuanya mendapatkan kesempatan belajar yang sama," jelasnya.
Bertekad Ubah Nasib Keluarga
Semangat untuk mengubah masa depan juga tercermin dari Aisyah Farah, siswi kelas X SRT 2 Surabaya.
Selama mengikuti MPLS, ia mendapatkan pembinaan karakter, kedisiplinan, hingga latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bersama para taruna.
Bagi Aisyah, Sekolah Rakyat menjadi peluang besar untuk meraih cita-cita sekaligus mengangkat derajat keluarganya.
"Saya ingin menjadi orang sukses, membanggakan orang tua, dan memutus rantai kemiskinan keluarga," ujarnya penuh semangat.
Program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin ekstrem, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berkarakter,
berdaya saing, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi bangsa di masa depan.(dim)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan