RADAR SURABAYA – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warga menjadikan momentum Agustus sebagai penguat semangat gotong royong, persatuan, dan kepedulian sosial. Namun, ia mengingatkan agar tradisi iuran untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan tidak dilakukan dengan cara memaksa.
"Surabaya adalah Kota Pahlawan. Hari Kemerdekaan ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk terus menebar kebaikan, memperkuat gotong royong, serta menjaga keamanan dan ketenteraman kota," kata Eri Cahyadi, Rabu (5/8).
Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi setiap keluarga tidak sama. Karena itu, semangat kebersamaan tidak boleh berubah menjadi beban bagi warga hanya karena adanya penarikan iuran yang dipatok nominal tertentu.
"Kita hidup dengan semangat gotong royong. Tapi harus diingat, rezeki setiap orang berbeda. Karena itu kalau ada iuran untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan, sifatnya harus sukarela, jangan menentukan nominal tertentu apalagi sampai memaksa," tegasnya.
Menurut dia, iuran rutin hanya diperuntukkan bagi kebutuhan keamanan, kebersihan, dan fasilitas umum yang belum diserahkan kepada pemerintah kota.
Adapun sumbangan untuk kegiatan peringatan HUT RI tetap diperbolehkan selama mengedepankan prinsip sukarela dan tidak disertai kewajiban membayar dengan nominal tertentu.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya Eddy Christijanto menegaskan bahwa semangat swadaya masyarakat dalam memeriahkan HUT RI tetap didukung, asalkan dilaksanakan secara adil dan tidak memberatkan warga.
"Prinsipnya tidak boleh ada pemaksaan nominal. Partisipasi dilakukan secara sukarela dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing warga," ujarnya.
Baca Juga: Mitra Mixue di Surabaya Tambah Gerai Bertahap sesuai Kemampuan
Menurut Eddy, peringatan Hari Kemerdekaan merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan sosial di tingkat kampung melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
"Perayaan HUT RI merupakan wujud gotong royong warga sekaligus implementasi nilai-nilai Pancasila. Kebersamaan yang dibangun secara sukarela akan memperkuat silaturahmi antar warga di lingkungan RT maupun RW," katanya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga mengingatkan seluruh pengurus RT dan RW agar mengelola setiap bentuk iuran maupun sumbangan secara transparan dan akuntabel. Pencatatan keuangan diharapkan dilakukan secara terbuka agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. (dim)
Editor : Lambertus Hurek