RADAR SURABAYA - Maliya Finda, 51, pendaki gunung asal Jalan Cipunegara, Wonokromo, Surabaya, yang dikabarkan hilang saat mendaki gunung Piramid Bondowoso ditemukan meninggal dunia, Selasa (4/8) siang. Selain itu pemandu lokal nya Irfan, 35, juga ditemukan meninggal dunia jarak lima meter dengan korban.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, terkait pencarian dua pendaki yang dikabarkan hilang di Gunung Piramid setelah dilakukan pencarian Tim Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan unsur relawan, korban ditemukan pada Selasa (4/8) pukul 12.30 di sekitar bawah punggung naga kedalaman jurang 60 meter.
"Dua orang pendaki ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Saat ditemukan jarak antar korban sekitar lima meter," ujarnya, Selasa (4/8).
Baca Juga: Menhaj Pastikan Skema Tanazul Berlaku pada Haji 2027, Fokus Kurangi Kepadatan Mina
Ia menegaskan, Tim SAR sudah turun ke lokasi titik dimana korban ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi telungkup tubuh tersangkut ranting.
"Kami sudah turun ke titik dimana tempat TKP korban ditemukan kemudian kita lakukan pengurusan terhadap korban. Karena situasi kondisi di atas tidak memungkinkan untuk pelaksanaan evakuasi. Evakuasi akan dilakukan besok pagi bersama Tim Basarnas, BPBD, TNI, Polri dan unsur relawan," jelasnya.
Tim SAR juga menemukan barang-barang korban seperti tas, sepatu dan lain-lainnya masih ada. "Sementara tim yang mengamankan di atas malam ini akan bermalam di atas untuk memudahkan kegiatan evakuasi besok," imbuhnya.
Baca Juga: Gunung Piramid Bondowoso: Dua Pendaki Hilang, Tim SAR Gabungan Mulai Operasi Pencarian
Sementara salah satu keponakan korban Wawan, 42, mengaku telah mendapatkan kabar dari adiknya bahwa korban dan pemandu yang dikabarkan hilang saat mendaki gunung Piramid sudah ditemukan.
"Infonya barusan dari adik itu bilang begitu. Masih proses evakuasi. Dua-duanya ditemukan meninggal dunia," ucap Wawan ditemui di rumah korban Jalan Cipunegara Wonokromo Surabaya.
Ia menuturkan, tantenya berangkat mendaki pada Sabtu (1/8). Kemudian mulai mendaki tektok gunung Piramid pada Minggu (2/8) pagi. Saat itu korban bilang akan mendaki bersama pemandu lokal bernama Irfan. Namun, pada Minggu sore bahkan hingga Senin (3/8), korban tidak bisa dihubungi serta kembali. Seharusnya, apabila tektok korban sudah turun Minggu sore.
Baca Juga: Total Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa Sudah Diserahkan ke Keluarga
"Istri saya sempat ketemu dua atau tiga hari sebelum berangkat. Ketemu di sini berkunjung. Ya ngomong aja kalau mau naik gunung Piramid katanya pakai guide privat karena kan curam. Dan kita gak tahu kalau Piramid itu dilarang," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya