RADAR SURABAYA – Perebutan kursi direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) memasuki tahap baru. Sebanyak 24 pelamar resmi bersaing memperebutkan tiga posisi strategis, dengan penekanan utama bukan semata kemampuan bisnis, tetapi juga komitmen menjaga fungsi konservasi dan kesejahteraan satwa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan, tantangan mengelola KBS berbeda dengan badan usaha milik daerah lainnya. Karena itu, figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu menyeimbangkan pengembangan bisnis dengan tanggung jawab pelestarian satwa, edukasi, serta pelayanan kepada masyarakat.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan KBS bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga lembaga konservasi yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan satwa liar.
Baca Juga: Total Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa Sudah Diserahkan ke Keluarga
"Pengelolaan KBS memiliki karakteristik yang berbeda dengan badan usaha pada umumnya. Karena itu, kami membutuhkan direksi yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan bisnis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap satwa liar serta memahami aspek konservasi," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Proses pendaftaran calon direksi telah berlangsung pada 13–31 Juli 2026. Dari total 24 pendaftar, delapan orang melamar sebagai Direktur Utama, sebelas orang untuk posisi Direktur Operasional dan Umum, serta lima orang untuk jabatan Direktur Keuangan dan SDM.
Saat ini, seluruh peserta tengah menjalani tahapan seleksi administrasi guna memastikan seluruh persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah telah dipenuhi.
Setelah lolos administrasi, para kandidat akan mengikuti psikotes yang dilaksanakan lembaga psikologi independen. Tahapan tersebut bertujuan mengukur karakter kepemimpinan, integritas, hingga kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pengelolaan KBS.
"Pelamar yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan lolos seleksi administrasi akan mengikuti psikotes yang diselenggarakan oleh lembaga psikologi," jelas Syamsul.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Dapat Tawaran Rekrut Illia Zabarnyi, The Reds Pertimbangkan Tambah Kekuatan Lini Belakang
Untuk menghasilkan direksi yang benar-benar sesuai kebutuhan, Pemkot Surabaya juga melibatkan tim penilai lintas disiplin. Panitia seleksi menggandeng Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, akademisi, pakar kedokteran hewan, ahli lingkungan dan sumber daya alam, praktisi hukum, hingga ekonom.
Menurut Syamsul, keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan agar proses seleksi tidak hanya menilai kemampuan mengelola perusahaan, tetapi juga memahami kompleksitas pengelolaan lembaga konservasi modern.
"Keterlibatan berbagai pihak dengan disiplin keilmuan yang berbeda ini penting untuk memberikan perspektif yang lebih menyeluruh dalam menilai kemampuan dan kesiapan para calon direksi," katanya.
Ia memastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Harapannya, melalui proses seleksi yang komprehensif ini dapat terpilih direksi yang memiliki kompetensi, kepedulian terhadap konservasi, serta komitmen untuk mengembangkan KBS secara berkelanjutan," pungkasnya. (dim)