RADAR SURABAYA - Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, menjadi perhatian nasional. Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi datang langsung ke Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (2/8) malam. Ia melihat langsung proses evakuasi korban baik yang selamat maupun yang ditemukan meninggal dunia.
Dari data terbaru yang dikeluarkan Tim Basarnas, 229 orang penumpang selamat dan lima orang meninggal dunia berhasil dievakuasi. Lima jasad korban yang meninggal dunia langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim.
Saat ditanya, Dudy memastikan akan melakukan evaluasi perusahaan pelayaran PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) pemilik KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar tersebut. "Kami akan mengevaluasi tapi kita lihat dulu sebab-sebabnya (kebakaran,red) dari KNKT. Apalagi sudah dua kali ini kapal (PT ALP) terbakar," katanya.
Ia mengungkapkan, proses pendataan korban terus dilakukan. Pihaknya menyampaikan, pendataan dan proses pencarian terus dilakukan. Terutama pengecekan data manifest yang masih belum seluruhnya selesai. Ia tidak memungkiri ada nama keluarganya yang tidak tercatat di manifes kapal.
"Memang ada simpang siur antara manifes dengan faktual yang ada di lapangan. Informasi yang kami dapatkan ada penumpang juga yang membatalkan perjalanan tapi tidak dilakukan revisi atas manifes. Jadi ini yang harus kami cocokkan kembali, berapa yang ada faktual. Mungkin karena untuk proses perjalanan mereka yang membatalkan tidak langsung dilakukan revisi," tuturnya.
Dalam daftar manifest awal, tidak ditemukan anak-anak. Namun, ternyata ada lima anak-anak yang selamat dan berhasil dievakuasi saat kapal terbakar. Hal ini mendapat perhatian dari Menhub Dudy.
Baca Juga: Gubernur dan Kapolda Jatim Temui Korban KMP Mutiara Sentosa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Ini menjadi bahan evaluasi ke depan, seharusnya lima anak ini tercatat. "Ini berkaitan dengan hak mereka jikalau terjadi apa-apa. Ini juga ada kaitannya dengan life jacket buat anak harus ada ukurannya. Ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pelayaran," jelasnya.
Menhub menegaskan, proses pencarian terus dilakukan hingga ada kecocokan jumlah korban yang terevakuasi dengan manifes kapal. "Proses pencarian akan terus kami lakukan. Kami juga memastikan seluruh penumpang di dalam kapal tersebut tercatat seluruhnya," terangnya.(gun)
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya