Komisi E DPRD Jatim Tinjau SRT 2 Surabaya, Cahyo Harjo: Sekolah Rakyat Jadi Lokomotif Putus Rantai Kemiskinan

Mus Purmadani • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 21:38 WIB
CEK: Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso saat meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Surabaya.(IST/RADAR SURABAYA)
CEK: Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso saat meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Surabaya.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya dinilai menjadi salah satu instrumen strategis dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan konsep sekolah berasrama yang dilengkapi fasilitas pendidikan dan pembentukan karakter, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, saat meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan kesiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SRT 2 Surabaya, Jumat (31/7).

Peninjauan lintas legislatif dan eksekutif tersebut turut dihadiri Anggota Komisi E DPRD Jatim Rasiyo, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya Ajeng Wirawati, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Luthfiyah, serta jajaran Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Baca Juga: Piala AFF 2026: Gol Telat Pattynama, Haye, Baker Bawa Indonesia Hajar Timor-Leste

Menurut Cahyo, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan implementasi nyata visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

"Ini adalah cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto. Salah satu cara mengentaskan kemiskinan adalah melalui peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi benar-benar menjadi lokomotif kemajuan bangsa," ujarnya.

Baca Juga: Temui Massa Aksi Damai PSHT, Ini Janji Kapolrestabes Surabaya

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya itu mengapresiasi kesiapan fasilitas yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinas Sosial Kota Surabaya. Menurutnya, ruang kelas, asrama, hingga kebutuhan harian siswa telah disiapkan dengan baik meski masih ada beberapa bagian yang dalam tahap penyempurnaan.

Ia juga menilai keunggulan SRT 2 Surabaya tidak hanya terletak pada fasilitas fisik, tetapi juga kurikulum yang menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik.

"Di sini tidak hanya diajarkan kemampuan intelektual atau kognitif, tetapi juga character building. Nilai kedisiplinan, kemandirian, tenggang rasa, hingga nasionalisme menjadi bagian penting dari pendidikan. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.

Baca Juga: Massa PSHT Datangi Jalan Teuku Umar Surabaya

Cahyo juga mengapresiasi pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi seluruh siswa baru. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sejak awal menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi fisik peserta didik sehingga apabila ditemukan gangguan kesehatan dapat segera ditangani melalui fasilitas kesehatan terdekat.

Ia pun berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. "Anak-anak cukup membawa semangat dan komitmen belajar. Semua kebutuhan sudah disiapkan, mulai pakaian, makanan, hingga perlengkapan mandi dan mencuci. Kami optimistis mereka akan menjadi kebanggaan orang tua dan Kota Surabaya ketika lulus nanti," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Muchamad Arif Ardiansyah, memastikan kesiapan fisik SRT 2 Surabaya hampir sepenuhnya rampung. Gedung sekolah, ruang kelas, serta asrama bagi siswa jenjang SMP dan SMA telah siap digunakan.

Baca Juga: Sukun Berpotensi Menjadi Pangan Masa Depan Kaya Nutrisi dan Ramah Lingkungan

"Alhamdulillah, untuk kesiapan fisik gedung, khususnya asrama siswa dan ruang kelas, sudah siap 100 persen. Hanya asrama bagi pengajar dan tenaga kependidikan yang masih membutuhkan sedikit finishing dan segera selesai," ujarnya.

Arif menjelaskan, kawasan SRT 2 Surabaya terbagi menjadi dua kompleks, yakni kompleks SMP-SMA dan kompleks SD. Total kapasitas yang disiapkan mencapai 270 siswa, terdiri atas 120 siswa SMA dalam empat rombongan belajar, 120 siswa SMP dalam empat rombongan belajar, serta 30 siswa jenjang SD.

Selain menerima peserta didik baru, Dinsos Jatim juga mulai memindahkan siswa kelas rintisan yang sebelumnya belajar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ke lokasi permanen di SRT 2 Surabaya.

Baca Juga: Begini Situasi Massa Aksi Damai PSHT di Polrestabes Surabaya

"Siswa SMA dari kelas rintisan Unesa sebanyak 98 orang akan dipindahkan ke sini mulai Senin. Di Unesa sifatnya hanya sementara, sedangkan lokasi permanennya memang di SRT 2. Bahkan, 35 siswa sudah membantu pelaksanaan cek kesehatan gratis hari ini," jelasnya.

Terkait kegiatan MPLS, Arif mengatakan peluncuran resmi Sekolah Rakyat Terintegrasi untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dijadwalkan berlangsung pada Selasa pekan depan dan direncanakan dihadiri Wali Kota Surabaya.

"Hari ini kami fokus pada pelaksanaan screening kesehatan siswa baru. Setelah seluruh persiapan selesai, launching MPLS untuk semua jenjang akan dilaksanakan Selasa mendatang," pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
di surabaya sekolah rakyat Cahyo Harjo Prakoso dprd jatim