RADAR SURABAYA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria menilai keberhasilan Radar Surabaya bertahan selama 25 tahun menjadi bukti kemampuan media lokal beradaptasi menghadapi perubahan lanskap industri media.
Menurut dia, media saat ini menghadapi tantangan besar akibat transformasi digital yang mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Platform digital kini menjadi pintu utama distribusi informasi sehingga media dituntut terus berinovasi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.
"Media lokal memiliki peran yang sangat penting karena mampu menangkap persoalan-persoalan yang dekat dengan masyarakat dan menghadirkan percakapan publik yang lebih otentik dibandingkan gambaran besar yang muncul di media sosial," kata Nezar di ajang Radar Surabaya Awards 2026.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) memang menghadirkan tantangan baru bagi industri media. Namun, kualitas jurnalistik, akurasi, dan kredibilitas tetap menjadi kekuatan utama media profesional yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim menyebut kemampuan Radar Surabaya bertahan selama 25 tahun merupakan pencapaian yang tidak mudah.
Menurutnya, media ini berhasil melewati berbagai fase krisis, mulai dari dinamika politik awal reformasi, perubahan perilaku pembaca menuju platform digital, pandemi Covid-19, hingga disrupsi kecerdasan buatan (AI).
"Kalau ada media yang bisa bertahan sampai 25 tahun lebih, saya kira ini sangat luar biasa. Itu membuktikan Radar Surabaya mampu beradaptasi menghadapi perubahan yang begitu dahsyat," ujarnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Timor Leste: John Herdman Bidik Kemenangan Perdana di Laga Tandang
Ia mengingatkan bahwa tantangan media saat ini semakin berat karena harus bersaing dengan platform digital dan media sosial yang mampu menjangkau audiens besar tanpa melalui proses jurnalistik sebagaimana media arus utama.
"Yang paling penting adalah bagaimana media mampu terus beradaptasi dan menjaga kepercayaan publik. Karena sejatinya penghargaan ini bukan sekadar menerima piala, tetapi membawa amanah kepercayaan masyarakat," tegasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek