Dorong Minat Sains Sejak Dini, Mahasiswa KKN ITS Gelar Program Literasi Sains di SD 162 Desa Petiken Gresik

Lainin Nadziroh • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:41 WIB
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. (Humas)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. (Humas)

RADAR SURABAYA— Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong peningkatan minat siswa sekolah dasar terhadap ilmu pengetahuan melalui

program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.

Tim KKN Literasi ITS menggelar program pengembangan literasi sains di UPT SD 162 Gresik.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat yang bertujuan memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.

Program KKN Literasi ITS merupakan hasil kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).

Selain menyasar siswa sekolah, kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat umum melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca dan pengetahuan.

Literasi Sains Jadi Program Unggulan KKN ITS

Literasi sains menjadi salah satu program unggulan tim KKN Literasi ITS di Desa Petiken.

Baca Juga: BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan untuk Bangun Usaha Produktif

Para mahasiswa mengenalkan berbagai konsep sains sederhana dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan sehingga mudah dipahami siswa sekolah dasar.

Kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi. Para siswa juga diajak mengamati berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui eksperimen sederhana.

Pendekatan tersebut bertujuan menunjukkan bahwa sains tidak selalu identik dengan konsep yang rumit.

Sebaliknya, berbagai prinsip sains dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari yang dilakukan anak-anak.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN ITS berupaya membangun rasa ingin tahu siswa sekaligus mendorong mereka lebih kritis dalam mengamati lingkungan sekitar.

Bangun Rasa Ingin Tahu Sejak Dini

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Literasi ITS, Lienggar Rahadiantino, mengatakan pemilihan literasi sains sebagai salah satu fokus kegiatan didasari pentingnya membangun rasa ingin tahu anak sejak usia dini.

"Anak-anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang besar. Tugas kita adalah mengarahkan rasa ingin tahu tersebut agar mereka dapat memahami bahwa sains itu dekat dengan kehidupan mereka, bukan sesuatu yang asing," ujar Lienggar.

Menurut dia, pendekatan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat menjadi pemantik bagi siswa untuk lebih kritis dalam memahami berbagai fenomena di sekitarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun fondasi berpikir ilmiah sejak tingkat sekolah dasar.

Berawal dari Aktivitas Sehari-hari Anak

Ketua KKN Literasi ITS, Azka Muhammad Alghifari, mengatakan gagasan program literasi sains berawal dari pengamatan mahasiswa terhadap aktivitas anak-anak di sekitar lokasi pengabdian.

Baca Juga: John Herdman Siapkan Rotasi Timnas Indonesia vs Timor Leste, Jaga Kebugaran Pemain demi Piala AFF 2026

Menurut Azka, berbagai aktivitas bermain yang dilakukan anak-anak ternyata memiliki keterkaitan dengan fenomena sains yang dapat dijadikan materi pembelajaran.

Siswa mempraktikkan hasil sains mereka.
Siswa mempraktikkan hasil sains mereka.

"Kami sering memperhatikan kegiatan anak-anak di sekitar lokasi KKN. Dari situ, muncul pemikiran, bagaimana jika hal-hal yang mereka lakukan sehari-hari dikaitkan dengan pembelajaran sains?

Ternyata banyak sekali fenomena sederhana yang bisa dijelaskan secara ilmiah, dan itu bisa menjadi cara belajar yang menyenangkan bagi mereka," jelasnya.

Berdasarkan pengamatan tersebut, tim KKN ITS menyusun materi dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar.

Dengan metode tersebut, konsep-konsep sains diharapkan dapat diterima siswa secara lebih mudah tanpa menghilangkan unsur kesenangan dalam proses belajar.

Perkuat Gerakan Literasi di Desa Petiken

Kegiatan literasi sains di UPT SD 162 Gresik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Gerakan Literasi Nasional melalui kolaborasi perguruan tinggi dan Perpustakaan Nasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program literasi hingga ke tingkat desa.

Kehadiran mahasiswa melalui program KKN juga memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Melalui KKN Literasi, ITS tidak hanya memberikan kontribusi melalui bidang akademik, tetapi juga menghadirkan kegiatan pengabdian yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Tim KKN Literasi ITS berharap program literasi sains di SD 162 Gresik dapat memberikan dampak berkelanjutan.

Rasa ingin tahu dan semangat belajar yang telah tumbuh diharapkan terus berkembang sehingga menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan pada masa mendatang.(nin) 

 

 

 

5 tag:

KKN ITS · Literasi Sains · SD 162 Gresik · Desa Petiken · ITS Surabaya

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
sd 162 gresik its kkn