ITS Kembangkan Mobil Otonom Terjangkau, Ubah Mobil Listrik Bisa Berjalan Tanpa Sopir

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 16:39 WIB
Mobil otonom hasil pengembangan STP ICT dan Robotika ITS menjalani uji coba di lingkungan Kampus ITS.
Mobil otonom hasil pengembangan STP ICT dan Robotika ITS menjalani uji coba di lingkungan Kampus ITS.

RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan inovasinya di bidang teknologi transportasi. 

Melalui tim peneliti dari Departemen Teknik Elektro, ITS berhasil mengembangkan sistem kendali otonom yang memungkinkan mobil listrik dapat berjalan tanpa sopir. 

Inovasi ini diharapkan menjadi solusi kendaraan otonom yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi serupa yang selama ini hanya tersedia pada mobil premium.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Dr. Rudy Dikairono, S.T., M.T., bersama tim dari STP ICT dan Robotika ITS.

Sistem yang dikembangkan dirancang agar dapat dipasang pada mobil listrik yang sudah beredar di pasaran sehingga tidak perlu membangun kendaraan baru dari awal.

Baca Juga: Hotel dengan Kolam Renang Outdoor dan View Pegunungan di Malang, Tempat Ideal untuk Staycation dan Olahraga

Rudy menjelaskan, saat ini teknologi kendaraan tanpa pengemudi masih didominasi mobil kelas atas.

Sementara itu, kendaraan kelas menengah umumnya hanya dilengkapi fitur bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance System (ADAS).

"Untuk mobil yang sudah memiliki ADAS seperti ini, kami mengganti sistemnya dengan menonaktifkan ADAS bawaan kendaraan," ujar Rudy, Selasa (28/7).

Menurutnya, mobil listrik dipilih sebagai platform pengembangan karena memiliki sistem kelistrikan yang lebih mudah diintegrasikan dengan berbagai perangkat elektronik dan sensor tambahan.

 Dengan demikian, proses pemasangan teknologi otonom menjadi lebih sederhana dan efisien.

Sistem yang dikembangkan ITS memungkinkan kendaraan beroperasi dalam dua mode, yakni mode manual dan mode otonom.

 Pengemudi dapat beralih sesuai kebutuhan sehingga kendaraan tetap fleksibel digunakan dalam berbagai kondisi.

"Kami ingin menghadirkan solusi kendaraan otonom yang lebih inklusif dan terjangkau," kata Manajer Senior STP ICT dan Robotika ITS tersebut.

Secara teknis, kendaraan dilengkapi teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) berbasis laser, sistem pemetaan digital, serta Global Positioning System (GPS) untuk menentukan posisi kendaraan secara presisi.

Baca Juga: Ubaya Bangun Ubaya Tower dan Gedung Baru FBE, Seluruh Layanan Kampus Bakal Terpusat

 Kombinasi berbagai sensor tersebut membuat mobil mampu mengenali lingkungan sekitar, mendeteksi objek, membaca kondisi jalan, hingga menentukan rute perjalanan secara mandiri.

"Sistem kami membuat mobil mampu mengenali lingkungan dan menentukan rute secara mandiri," paparnya.

Selain mampu menentukan tujuan perjalanan, sistem navigasi cerdas yang dikembangkan juga dapat menyesuaikan jalur secara otomatis berdasarkan kondisi jalan.

Teknologi ini menjadi salah satu komponen penting dalam mewujudkan kendaraan tanpa pengemudi yang aman dan efisien.

Pengujian telah dilakukan di lingkungan Kampus ITS dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

 Hasil uji coba menunjukkan kendaraan mampu mendeteksi berbagai hambatan di lintasan serta memberikan respons secara adaptif terhadap situasi di sekitarnya.

"Kami terus meningkatkan aspek keamanan agar kendaraan semakin responsif terhadap kondisi jalan," tuturnya.

Ke depan, tim peneliti akan mengembangkan kemampuan kendaraan untuk melakukan manuver yang lebih kompleks, seperti menyalip kendaraan lain, menjaga jarak aman, serta mengatur kecepatan secara otomatis sesuai kondisi lalu lintas.

Tak hanya untuk sektor transportasi, teknologi kendaraan otonom ini juga diproyeksikan dapat diterapkan pada sektor pertanian dan industri.

 Kendaraan tanpa sopir dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi risiko kecelakaan kerja di berbagai bidang.

ITS juga membuka peluang kerja sama dengan dunia industri agar inovasi tersebut dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan masyarakat luas.

"Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan industri agar inovasi ini dapat diimplementasikan secara lebih luas," pungkas Rudy.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
teknologi mobil otonom Departemen Teknik Elektro its