Ubaya Bangun Ubaya Tower dan Gedung Baru FBE, Seluruh Layanan Kampus Bakal Terpusat

Andy Satria • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 15:13 WIB
GROUND BREAKING; Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Drs. Darmo Handoyo, Apt. (tengah) didampingi Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto (enam dari kiri) meresmikan pembangunan Ubaya Tower dan gedung baru FBE Ubaya. (Humas)
GROUND BREAKING; Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Drs. Darmo Handoyo, Apt. (tengah) didampingi Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto (enam dari kiri) meresmikan pembangunan Ubaya Tower dan gedung baru FBE Ubaya. (Humas)

RADAR SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) resmi memulai pembangunan Ubaya Tower dan gedung baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE).

Proyek pengembangan infrastruktur pendidikan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kampus Ubaya Tenggilis, Senin (27/7).

Pembangunan Ubaya Tower menjadi salah satu proyek strategis terbesar yang pernah dilakukan Ubaya.

Selain menghadirkan fasilitas yang lebih modern, proyek ini akan mengintegrasikan berbagai layanan universitas yang selama ini masih tersebar di dua lokasi kampus, yakni Kampus Tenggilis dan Kampus Ngagel.

Prosesi groundbreaking dilakukan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Universitas Surabaya, Drs. Darmo Handoyo, Apt., bersama jajaran yayasan dan pimpinan universitas.

Baca Juga: Masuk 5 Persen Peneliti Terbaik Dunia, Dosen Ubaya Ciptakan Teknologi Membran untuk Lawan Emisi.

Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto, mengatakan pembangunan tersebut merupakan tonggak penting dalam pengembangan universitas untuk meningkatkan kualitas layanan akademik sekaligus memperkuat fasilitas pendidikan bagi seluruh sivitas akademika.

"Ini merupakan pembangunan yang sangat besar. Namun, dengan semangat Yayasan Universitas Surabaya, pimpinan universitas, serta seluruh mitra yang selama ini bekerja sama dengan Ubaya,

saya yakin proses pembangunan akan berjalan dengan baik dan lancar. Mari kita doakan bersama agar semuanya berjalan sesuai rencana," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Darmo Handoyo mengenang almarhum Anton Prijatno, S.H., Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya, yang wafat pada Juni lalu.

Menurutnya, pembangunan Ubaya Tower merupakan salah satu cita-cita besar almarhum yang kini diwujudkan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya terhadap kemajuan universitas.

"Ini adalah salah satu cita-cita terbesar Bapak Anton yang telah dirintis sebelum beliau berpulang. Kini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya," kata Darmo.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Ubaya, Djuwari, Ph.D., menjelaskan kompleks bangunan baru dengan luas sekitar 20.000 meter persegi tersebut akan menjadi pusat layanan terpadu universitas.

Nantinya, kantor rektorat, kantor pusat yayasan, serta sejumlah direktorat penunjang akan dipindahkan ke Kampus Ubaya Tenggilis sehingga seluruh layanan administrasi dan akademik berada dalam satu kawasan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Kebocoran Pendapatan Parkir Jadi Catatan Kritis

Selain Ubaya Tower, universitas juga membangun gedung baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) setinggi delapan lantai.

Gedung ini menggantikan bangunan lama yang merupakan gedung tertua di Kampus Tenggilis dan dinilai sudah memerlukan pembaruan agar mampu menunjang kenyamanan serta produktivitas mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Tak hanya itu, salah satu dari empat bangunan utama yang dibangun akan difungsikan sebagai auditorium empat lantai dengan kapasitas sekitar 1.500 orang.

Auditorium tersebut diproyeksikan menjadi pusat penyelenggaraan seminar, wisuda, konferensi, hingga berbagai kegiatan akademik dan nonakademik berskala nasional maupun internasional.

Proyek pembangunan Ubaya Tower dan gedung baru FBE ditargetkan rampung dalam waktu 20 bulan.

Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Universitas Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia dengan layanan pendidikan yang modern, terintegrasi, dan representatif.

Pengembangan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari komitmen Ubaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pelayanan akademik, serta daya saing institusi di tingkat nasional maupun global.(sam) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
ubaya tower darmo handoyo Benny Lianto