RADAR SURABAYA - Polisi akhirnya mengamankan satu pelaku pembacokan terkait bentrok antara dept collector (DC) dengan petugas parkir kafe di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Pelaku menyerahkan diri ke Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada Senin (27/7).
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, yang bersangkutan menyerahkan diri. Proses penyidikan awal pelaku berinisial S ini mengakui melakukan pembacokan pada salah satu petugas parkir.
"Ia juga mengaku tidak sengaja membacok temannya sendiri hingga jarinya putus," katanya dihubungi Radar Surabaya, Selasa (28/7).
Baca Juga: Praperadilan Pengedar Sabu Ditolak PN Surabaya, Hakim Sebut Sudah Sesuai Prosedur
Edy mengungkapkan, saat kejadian pelaku datang membawa senjata tajam (sajam) sejenis pedang atau parang. Ia mencari petugas parkir yang sebelumnya dianggap mengeroyok empat temannya.
"Pelaku S datang langsung menyebutkan sajam ke arah korban. Karena gelap ia juga tidak sengaja menyebutkan sajam ke temannya hingga mengenai jari temannya ini," ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku S menyerahkan diri setelah ia berkomunikasi dengan ormas tempat S bergabung. Ormas ini berjanji akan membantu kepolisian untuk mencari pelaku pembacokan. "Hingga akhirnya S menyerahkan diri," ungkapnya.
Baca Juga: Dua Korban Pembacokan di Kafe Jalan Basuki Rahmat Surabaya Masih Dirawat
Kronologi Bentrok DC dan Petugas Parkir Kafe di Surabaya
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrok antara dept collector (DC) dan valet atau petugas parkir terjadi di halaman parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari.
Akibat bentrokan dikabarkan tiga orang mengalami luka bacok. Dua orang dari pihak petugas parkir dan satu orang dari pihak DC (terkena sajam teman).
Berdasarkan informasi, bentrokan bermula saat pihak DC mendatangi parkiran kafe Jalan Basuki Rahmat Sabtu (25/7) dini hari. Pihak DC bermaksud akan menarik mobil milik salah satu pegawai kafe.
Namun pihak DC diduga saat itu belum bisa menunjukkan suratnya. Kemudian dibantu mediasi dengan petugas parkir dan sekuriti. Akan tetapi ujung-ujungnya pihak DC dan valet sama-sama tersinggung. Tak lama kemudian terjadi bentrok antara DC dan petugas parkir. Awalnya saling serang atau saling pukul menggunakan tangan. Setelah mundur, pihak DC kembali ke lokasi diduga membawa sajam dan temanya melakukan pembacokan petugas parkir.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan ada kejadian bentrokan di area parkir kafe Jalan Basuki Rahmat Surabaya Sabtu (25/7) dini hari. "Yang terlibat ricuh valet sama DC. Jadi yang kena korban anak valet. Yang laporan dari pihak valet," ujarnya, Minggu (26/7).
Baca Juga: Paolo Maldini dan Leonardo Mundur dari FIGC, Gagalnya Andrea Pirlo Latih Timnas Italia Jadi Pemicu
Pihaknya menegaskan untuk pelaku pembacokan masih dalam proses penyelidikan. "Masih proses lidik," terangnya.
Sementara usai kejadian bentrokan tersebut, pihak korban yang mengalami luka bacok dirawat di rumah sakit. Korban merupakan anggota salah satu kelompok peguruan silat.
Tak terima rekannya menjadi korban pembacokan, ratusan massa kelompok silat pada pada Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari, mendatangi markas DC di Jalan Teuku Umar Tegalsari dan kawasan Jalan Pandegiling.
Massa kelompok teman valet dari peguruan silat dikabarkan nyaris bentrok dengan kelompok DC di kawasan Jalan Pandegiling, Jalan Teuku Umar dan Jalan Diponegoro Surabaya. Namun aksi tersebut dapat dicegah atau dilerai oleh pihak Polrestabes Surabaya. (gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya