Cak Eri Siapkan Panggung Permanen, Taman hingga Balai Kelurahan Jadi Ruang Kesenian Tradisional di Surabaya

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:40 WIB
MELESTARIKAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menjadi taman dan balai kelurahan hingga kecamatan untuk panggung kesenian tradisional. (IST/RADAR SURABAYA)
MELESTARIKAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan menjadi taman dan balai kelurahan hingga kecamatan untuk panggung kesenian tradisional. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menyiapkan ruang-ruang publik sebagai panggung permanen bagi kesenian tradisional. Taman kota, pendopo kelurahan hingga balai kecamatan bakal dioptimalkan menjadi tempat latihan sekaligus pertunjukan Reog dan Jaranan sebagai upaya mempercepat regenerasi seniman muda di Kota Pahlawan.

Langkah tersebut menjadi komitmen baru Pemkot Surabaya dalam memperkuat ekosistem seni budaya lokal agar tetap hidup di tengah derasnya arus budaya global. Komitmen itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Sarasehan Seniman Reog dan Jaranan se-Surabaya di Sanggar Paguyuban Reog Purbaya, Rungkut Asri.

Pria yang akrab disapa Cak Eri itu mengatakan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan membangun sanggar atau menggelar pertunjukan sesekali. Menurutnya, anak-anak Surabaya harus diberi ruang untuk melihat, belajar, hingga tampil secara rutin sehingga kesenian tradisional menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: 30 Tahun Kudatuli, Cahaya Lilin Satukan Pelaku Sejarah dan Gen Z Jaga Api Demokrasi

"Pembentukan karakter itu akan kita buka. Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata agar taman-taman, pendopo kelurahan maupun kecamatan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan seni budaya, baik sebagai tempat latihan maupun kegiatan lainnya," ujarnya.

Ia menilai ruang publik harus menjadi tempat tumbuhnya kreativitas sekaligus wadah regenerasi para pelaku seni tradisional. "Regenerasi tidak cukup hanya membuka sanggar, tetapi seni budaya harus tampil di taman dan ruang-ruang publik. Dengan begitu anak-anak bisa melihat langsung, belajar, lalu mempraktikkannya. Harapan saya, generasi Surabaya memiliki karakter kuat dan tidak tergerus budaya asing," tegasnya.

Tak hanya menyediakan ruang tampil, Pemkot juga akan memperkuat sistem pembinaan kelompok seni melalui paguyuban. Cak Eri meminta seluruh perangkat daerah yang membutuhkan penampilan kesenian tradisional berkoordinasi melalui organisasi resmi agar kesempatan tampil dapat dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok seni.

Baca Juga: Pelaku Curanmor di Rungkut Surabaya Ngaku Sudah Dua Kali Beraksi

"Saya ingin ketika Pemkot mengundang kelompok seni, semuanya melalui paguyuban. Dengan begitu pembinaannya lebih adil dan seluruh kelompok mendapatkan kesempatan yang sama," katanya.

Melihat prestasi Paguyuban Reog Purbaya yang baru saja meraih juara ketiga dalam Festival Reog Nasional di Ponorogo, Cak Eri juga berencana membawa event kesenian tradisional berskala lebih besar ke Surabaya. Menurutnya, Kota Pahlawan memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat perkembangan seni tradisional di Indonesia.

"Ke depan kami ingin menggelar kompetisi Reog dan Jaranan berskala Jawa Timur bahkan nasional di Surabaya. Saya berharap ini semakin membangkitkan semangat para seniman sekaligus menegaskan Surabaya sebagai kota yang kuat dalam pelestarian seni budaya," ungkapnya.

Baca Juga: Tadej Pogacar Cetak Sejarah! Samai Rekor Legendaris Lima Gelar Tour de France

Sementara itu, Pembina sekaligus Penasehat Paguyuban Reog Purbaya, Heru Sancoko, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemkot Surabaya terhadap para pelaku seni tradisional. Menurut Heru, baru pada kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi para seniman Reog dan Jaranan merasakan perhatian secara langsung dari kepala daerah.

"Ini menjadi kehormatan bagi kami. Kepedulian Pemkot Surabaya terhadap pelaku seni sangat luar biasa. Baru kali ini wali kota hadir langsung menyapa dan memberikan perhatian kepada penggiat Reog dan Jaranan di Surabaya," ujarnya.

Heru menjelaskan, Paguyuban Purbaya saat ini membina sedikitnya 47 grup Reog dan 10 grup Jaranan yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya. Pihaknya berkomitmen menjaga eksistensi seni tradisi sekaligus menyiapkan regenerasi seniman muda melalui sinergi bersama pemerintah.

Baca Juga: Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia, Presiden Terima Surat Pengunduran Diri

"Kami berharap kolaborasi ini membuat Reog dan Jaranan tidak hanya tetap hidup di Surabaya, tetapi juga mampu mengharumkan nama Kota Surabaya di tingkat regional maupun nasional," pungkasnya. (dim/gun)

 

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
kesenian pemkot wali kota surabaya taman tradisional