RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Kota Surabaya pada Senin, 27 Juli 2026, didominasi cuaca cerah hingga berawan sepanjang hari. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca.
Berdasarkan prakiraan cuaca, pagi hari mulai pukul 05.00 WIB, wilayah Surabaya diperkirakan dalam kondisi cerah dengan suhu sekitar 23 derajat Celsius. Kondisi tersebut berlanjut hingga pukul 07.00 WIB dengan cuaca cerah dan suhu meningkat secara bertahap hingga mencapai 24 derajat Celsius.
Baca Juga: Jadikan Masa Studi di Kampus sebagai Sarana Membangun Karakter Cinta Tanah Air
Memasuki pukul 08.00 WIB hingga menjelang siang, cuaca masih didominasi sinar matahari. Suhu udara meningkat dari 26 derajat Celsius pada pukul 08.00 WIB menjadi sekitar 30 derajat Celsius pada pukul 10.00 WIB. Kecepatan angin berada pada kisaran 3 hingga 11 kilometer per jam, dengan tingkat kelembapan udara mulai menurun.
Pada siang hingga sore hari, kondisi langit Surabaya diprakirakan mengalami perubahan menjadi berawan hingga mendung. Mulai pukul 11.00 WIB, awan mulai muncul dengan kondisi berawan sebagian.
Suhu udara berada di kisaran 30 hingga 31 derajat Celsius dan mencapai suhu maksimum sekitar 31 derajat Celsius pada siang hari. Sementara itu, suhu yang terasa dapat mencapai sekitar 34 hingga 35 derajat Celsius akibat pengaruh kelembapan dan paparan panas.
Menjelang sore hingga malam hari, cuaca Surabaya diprakirakan tetap berawan. Suhu udara perlahan turun dari 30 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB menjadi sekitar 27 derajat Celsius pada malam hari. Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 16 hingga 19 kilometer per jam.
Pada malam hingga menjelang tengah malam, terdapat potensi hujan ringan dengan kondisi langit berawan. Hujan lokal diperkirakan muncul sekitar pukul 21.00 WIB hingga 23.00 WIB dengan intensitas ringan dan perkiraan curah hujan sekitar 0,1 milimeter.
BMKG mengingatkan masyarakat bahwa wilayah Indonesia saat ini mulai mendekati puncak musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan udara pada malam hingga dini hari dapat terasa lebih dingin dibandingkan biasanya. Perbedaan suhu yang cukup besar antara siang dan malam hari menjadi salah satu ciri kondisi kemarau, terutama ketika langit lebih cerah dan kandungan uap air di atmosfer lebih rendah.
Masyarakat Surabaya tetap disarankan menjaga kondisi tubuh, terutama saat beraktivitas pada malam hari, karena suhu udara yang lebih rendah dapat membuat udara terasa lebih sejuk. Selain itu, warga juga diimbau untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG karena perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi sewaktu-waktu.
Editor : Lambertus Hurek