RADAR SURABAYA – Ada yang berbeda saat konser The 16th Concert Petra Youth Orchestra (PYO) bertajuk "Timeless Harmony" dibuka di Auditorium SMA Kristen Petra 1, Sabtu (25/7) malam. Bukan hanya denting musik orkestra yang memukau ribuan pasang mata, tetapi juga perjumpaan lintas generasi yang seolah menghapus batas usia dalam satu harmoni.
Di panggung yang sama, guru dan murid kembali bertemu. Alumni yang kini telah menjadi musisi profesional, pemilik sekolah musik, hingga pengajar, tampil berdampingan bersama para siswa. Bahkan, empat generasi keluarga mulai kakek, nenek, orang tua, anak, hingga cucu ikut menjadi bagian dari pertunjukan yang menjadi penutup rangkaian perayaan 75 Tahun Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra (PPPK Petra).
Mengusung tema "Timeless Harmony", konser tidak sekadar menghadirkan sajian musik berkualitas, tetapi menjadi refleksi perjalanan panjang PPPK Petra dalam memadukan pendidikan, karakter, dan seni selama 75 tahun.
Baca Juga: PPPK Petra Gelar Latihan Bersama Shorinji Kempo Surabaya, Bangun Karakter dan Mental Kenshi
Selaras dengan tema besar perayaan "Crafting the Future, Embracing HIStory", konser ini menunjukkan bagaimana sejarah dan masa depan dapat bertemu dalam sebuah panggung yang sama.
Di bawah arahan Conductor Alvine Suryantara, PYO menghadirkan rangkaian repertoar yang mengajak penonton berkelana melintasi beragam lanskap musikal, memadukan karya-karya klasik, musikal, hingga musik populer dalam satu harmoni yang memikat.
Konser dibuka dengan kemegahan Swan Lake, kemudian mengalir melalui kehangatan The Sound of Music, keabadian My Way, keindahan Chun Tian De Ba Lei, energi virtuoso Czardas, irama ikonik Billie Jean, hingga romantisme La La Land.
Nuansa Indonesia turut mewarnai malam itu melalui Rangkaian Melati, yang dilanjutkan dengan All for Love dan Simfoni Raya, menghadirkan dinamika yang semakin menghidupkan atmosfer konser.
Sebagai penutup, alunan Ingatlah Hari Ini menghadirkan suasana hangat yang menyentuh hati. Lagu tersebut menjadi penutup yang sarat makna, tentang persahabatan, kebersamaan, dan perjalanan yang telah dilalui bersama.
Kemegahan aransemen berpadu harmonis dengan tata cahaya artistik, visual panggung yang elegan, serta penampilan para musisi muda yang tampil penuh percaya diri.
Baca Juga: PPPK Petra Surabaya, Satukan Suara dalam Jingle All the Way Magical Christmas
Seluruh elemen tersebut menyatu menghadirkan pengalaman musikal yang memukau sekaligus menegaskan kualitas PYO sebagai wadah pembinaan talenta muda yang terus berkembang.
Kemegahan konser semakin terasa melalui kolaborasi bersama Petra Children Choir, Petra Children Dancers, Petra Youth Choir, Petra Youth Dancers, serta para alumni yang kembali tampil setelah bertahun-tahun meninggalkan bangku sekolah. Setiap penampilan disambut tepuk tangan panjang dari penonton yang memenuhi auditorium.
Direktur Eksekutif PPPK Petra, Ir. Hengkie Porawouw, M.B.A., menyebut konser tersebut menjadi koda, penutup yang indah dari perjalanan perayaan HUT ke-75 yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.
Baca Juga: PPPK Petra Mantapkan Implementasi VCE, Siapkan Siswa Menuju Jalur Global
"Malam ini menjadi momen yang sangat istimewa karena mempertemukan kembali guru dan murid, bahkan lintas generasi. Bisa dikatakan dari kakek, nenek, orang tua, anak hingga cucu berkumpul dalam satu panggung yang sama. Inilah berkat Tuhan yang sungguh luar biasa," tuturnya.
Hengkie menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pengurus PPPK Petra, sponsor, alumni, pelatih, pemain, panitia, hingga seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah menyukseskan rangkaian perayaan tersebut.
Menurutnya, tugas utama PPPK Petra bukan menciptakan bakat, melainkan menghadirkan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang.
"Sesungguhnya potensi itu sudah dimiliki anak-anak. Tugas kami bukan menciptakan bakat mereka, melainkan menyediakan wadah agar potensi tersebut dapat berkembang. Kami memberikan fasilitas, dukungan anggaran, dan panggung yang layak agar mereka bisa berkarya sekaligus memperoleh apresiasi dari masyarakat," katanya.
Komitmen itu, lanjut Hengkie, tidak hanya diberikan kepada Petra Youth Orchestra, tetapi juga berbagai kelompok seni lain seperti paduan suara, tari, hingga teater.
"Kami ingin seluruh talenta Petra memiliki ruang untuk tampil dan berkembang. Itulah kontribusi terbesar kami, yakni menghadirkan panggung bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya." jelasnya.
Baca Juga: PPPK Petra dan Unesa Mantapkan Sinergi Pendidikan, Wujudkan Pendidikan Berdampak
Ia juga memastikan tradisi konser akan terus berlanjut dengan konsep yang selalu menghadirkan kejutan baru.
"Tahun depan kami akan kembali menghadirkan konser dengan kejutan yang berbeda. Tahun lalu kami menggelar konser di luar, tahun ini kembali ke rumah sendiri, dan tahun depan, tunggu tanggal mainnya." ungkapnya.
Di balik kemegahan konser tersebut, Guido Denta, Ketua panitia acara, mengungkapkan proses persiapan berlangsung jauh lebih singkat dibandingkan biasanya, yakni hanya sekitar dua setengah bulan.
Baca Juga: PPPK Petra Anugerahkan Penghargaan 11 Siswa Berprestasi Tingkat Nasional dan Internasional
"Persiapan kali ini memang cukup mengejutkan bagi kami karena hanya berlangsung sekitar dua setengah bulan. Namun puji syukur semuanya dapat berjalan dengan baik. Hal itu tidak lepas dari kerjasama Panitia yang solid dan saling menolong satu sama lain, Kontribusi Pelatih yang sangat totalitas, dan dukungan luar biasa para alumni yang sampai saat ini menekuni musik dan sebagian sebagai professional musician, sehingga proses latihan menjadi jauh lebih efektif," ucap Edo panggilan akrabnya.
Menurut Edo, keberhasilan konser juga tidak lepas dari dukungan penuh pimpinan PPPK Petra terhadap pengembangan bidang seni.
"Komitmen pimpinan terhadap pengembangan seni sangat luar biasa. Dukungan tersebut memberikan ruang bagi para siswa untuk mengembangkan talenta yang mungkin belum banyak dimiliki sekolah lain. Karena itu kualitas konser kami terus berkembang dari tahun ke tahun." imbuhnya.
Setelah sukses menggelar konser 16 kali berturut-turut setiap tahunnya, PYO akan menyajikan suatu hal yang baru di Konser berikutnya.
"Kami sedang merencanakan konser untuk tahun depan, karena ini adalah konser dengan konsep yang sepenuhnya baru bagi kami, maka kami perlu siapkan ini jauh hari " terang Edo.
Sementara itu, puncak pagelaran PYO semakin bersejarah ketika Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan dua rekor nasional kepada PPPK Petra.
Baca Juga: Hidupkan Kembali Sejarah PPPK Petra yang Menghibur dan Menginspirasi
Direktur Operasional MURI Awan Rahargo menyerahkan penghargaan untuk kategori Pagelaran Orkestra dengan Pemain Siswa dan Alumni Terbanyak dari Satu Lembaga Pendidikan serta Rangkaian Perayaan HUT Institusi Pendidikan yang Melibatkan Lintas Generasi Terlama.
Menurut Awan, sejak pertama kali digelar pada 2009 hingga konser ke-16 tahun ini, Petra Youth Orchestra telah melibatkan 1.363 pemain lintas generasi, sehingga memenuhi kriteria rekor nasional.
Sementara rangkaian perayaan HUT ke-75 PPPK Petra berlangsung selama lebih dari satu tahun, yakni sejak 30 April 2025 hingga 25 Juli 2026, menghadirkan 15 kegiatan utama yang melibatkan 24.875 peserta dari 12 kelompok lintas generasi.
"Seluruh rangkaian ini membuktikan bahwa pendidikan adalah sebuah perjalanan yang mampu menghubungkan berbagai generasi melalui kolaborasi dan kreativitas, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujar Awan.
Baca Juga: Petra Schools Edventure Warnai Perjalanan Menuju 75 Tahun PPPK Petra
Ia optimistis rekor tersebut kelak dapat dipecahkan kembali oleh PPPK Petra sendiri. Bahkan ada harapan agar Petra Youth Orchestra terus berlangsung hingga tahun 2050, bahkan 2100.
"Itu menunjukkan komitmen jangka panjang PPPK Petra dalam menghadirkan pendidikan melalui seni," katanya.
Konser Timeless Harmony pun bukan sekadar pertunjukan musik. Ia menjadi simbol bahwa pendidikan terbaik lahir ketika ilmu pengetahuan, karakter, dan seni tumbuh bersama.
Melalui harmoni yang melintasi generasi, PPPK Petra menegaskan bahwa panggung bukan hanya tempat tampil, melainkan ruang untuk menumbuhkan mimpi, merawat sejarah, dan menyiapkan masa depan. (ind/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya