RADAR SURABAYA - Bentrok terjadi antara DC (debt collector) dan valet atau petugas parkir terjadi di halaman parkir kafe kawasan Jalan Basuki Rahmat, Genteng, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari. Akibat bentrokan dikabarkan tiga orang mengalami luka bacok. Dua orang dari pihak petugas parkir dan satu orang dari pihak DC (terkena sajam teman).
Berdasarkan informasi, bentrokan bermula saat pihak DC mendatangi parkiran kafe Jalan Basuki Rahmat Sabtu (25/7) dini hari. Pihak DC bermaksud akan menarik mobil milik salah satu pegawai kafe.
Namun, pihak DC diduga saat itu belum bisa menunjukkan suratnya. Kemudian dibantu mediasi dengan petugas parkir dan sekuriti. Akan tetapi ujung-ujungnya pihak DC dan valet sama-sama tersinggung. Tak lama kemudian terjadi bentrok antara DC dan petugas parkir. Awalnya saling serang atau saling pukul menggunakan tangan. Namun, pihak DC diduga membawa sajam melakukan pembacokan.
Baca Juga: 172 Pelari Ramaikan Ubhara Fun Run 2026, Kampus Jadi Panggung Gaya Hidup Sehat
Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan ada kejadian bentrokan di area parkir kafe Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari. "Yang terlibat ricuh valet sama DC. Jadi yang kena korban anak valet. Yang laporan dari pihak valet," ujarnya, Minggu (26/7).
Pihaknya menegaskan untuk pelaku pembacokan masih dalam proses penyelidikan. "Masih proses lidik," terangnya.
Sementara usai kejadian bentrokan tersebut, pihak korban yang mengalami luka bacok diduga merupakan kelompok salah satu peguruan silat. Pada Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari, massa diduga dari teman kelompok korban valet melakukan sweeping kelompok DC di jalanan dan markas DC di Surabaya.
Baca Juga: Memelihara Kucing Tak Sekadar Hobi Ini Manfaatnya bagi Kesehatan
Kelompok teman valet dari peguruan silat dikabarkan nyaris bentrok dengan kelompok DC di kawasan Jalan Pandegiling, Jalan Teuku Umar dan Jalan Diponegoro Surabaya. Namun aksi tersebut dapat dicegah atau dilerai oleh pihak Polrestabes Surabaya. (rus/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya