ITS Lepas 125 Mahasiswa ke 8 Kawasan Transmigrasi, Siap Ubah Wajah Daerah Terpencil

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:24 WIB
Sebanyak 125 mahasiswa bersama 25 ketua tim Tim Ekspedisi Patriot ITS bersiap diberangkatkan ke delapan kawasan transmigrasi di Indonesia untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan inovasi.(humas)
Sebanyak 125 mahasiswa bersama 25 ketua tim Tim Ekspedisi Patriot ITS bersiap diberangkatkan ke delapan kawasan transmigrasi di Indonesia untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan inovasi.(humas)

RADAR SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025. 

Sebanyak 125 mahasiswa bersama 25 ketua tim resmi diberangkatkan menuju delapan kawasan transmigrasi prioritas di Indonesia untuk menjalankan misi pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan inovasi.

Pelepasan 25 tim tersebut berlangsung di Galeri Riset Inovasi Teknologi, Gedung Research Center ITS.

Program yang memasuki tahun kedua pelaksanaan ini menjadi bentuk nyata kontribusi ITS dalam mendukung program transmigrasi nasional yang produktif, inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.

Koordinator TEP ITS, Prof. Dr. Aulia Siti Aisjah, M.T., menjelaskan bahwa para peserta akan ditempatkan di delapan kawasan prioritas yang merupakan bagian dari 84 wilayah transmigrasi nasional.

Baca Juga: IFI Surabaya Gandeng Jazz Gunung, Puluhan Fotografer Belajar Teknik Foto Panggung Profesional

Mayoritas tim akan bertugas di kawasan Indonesia timur.

"Sebanyak 20 tim akan diterjunkan ke Papua Barat, tiga tim ke Nusa Tenggara Timur, satu tim ke Selaparang, Nusa Tenggara Barat, dan satu tim lagi ke Barelang, Kepulauan Riau," ujarnya, Jumat (24/7).

Menurut Aulia, program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi RI dan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selama bertugas, para mahasiswa akan membawa hasil riset, inovasi, sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.

ITS Tekankan Patriotisme Berbasis Ilmu dan Empati

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, Sarana, dan Prasarana ITS, Dr. Machsus, S.T., M.T., mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan semangat patriotisme modern sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menekankan tiga nilai utama ITS, yakni tangguh, berdampak, dan mendunia, sebagai pedoman selama menjalankan misi di lapangan.

Baca Juga: Warga Dharmahusada Permai Minta Pemkot Surabaya Tegakkan Perda, Tolak Kos-Kosan Komersial di Kawasan Permukiman

"Teladanilah ketangguhan Jenderal Soedirman, terapkan kebermanfaatan ilmu seperti yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, serta miliki wawasan global dan integritas tinggi seperti B.J. Habibie.

Jangan hanya membawa program formal atau memenuhi kebutuhan akademik, tetapi turunlah mendengarkan kebutuhan masyarakat sebelum menawarkan solusi teknologi," tegas Machsus.

Fokus pada Infrastruktur, Ketahanan Pangan, hingga Ekonomi Produktif

Selama bertugas di kawasan transmigrasi, setiap tim akan menghadirkan solusi inovatif yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Program yang dijalankan mencakup pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas, tata kelola agraria, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan ekonomi produktif.

Melalui kegiatan tersebut, ITS berharap hasil riset kampus dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah transmigrasi.

Program Tim Ekspedisi Patriot juga menjadi bagian dari kontribusi ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan serta Tujuan 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan. (rmt)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Tim Ekspedisi Patriot TEP its Institut Teknologi Sepuluh Nopember