RADAR SURABAYA - Sebanyak 16 pasar tradisional di Surabaya sedang direvitalisasi. Beberapa pasar bahkan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Wajah pasar tradisional bakal berubah.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Iman Krestian mengatakan, revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Beberapa pasar kini telah selesai dikerjakan, sementara pasar lainnya memasuki tahap penyelesaian.
"Kalau Pasar Tembok Dukuh sudah selesai seluruhnya. Anggaran revitalisasinya sekitar Rp 1 miliar," kata Iman Krestian, Jumat (24/7).
Baca Juga: Sapu Bersih Jukir Liar di Manukan Surabaya, Wali Kota Eri Sebut Tak Ada Toleransi
Selain Pasar Tembok Dukuh, progres signifikan juga terjadi di Pasar Kembang. Saat ini pengerjaan lantai dua telah rampung sepenuhnya, sedangkan pekerjaan di lantai satu tinggal tahap akhir.
"Untuk Pasar Kembang, lantai dua sudah selesai. Sekarang tinggal penyelesaian di lantai satu dan kami targetkan akhir bulan ini seluruh pekerjaan sudah tuntas," ujarnya.
Sementara itu, revitalisasi Pasar Wonokromo masih berlangsung secara bertahap. Menurut Iman, proses pembangunan di pasar tersebut tidak bisa dilakukan sekaligus karena aktivitas perdagangan tetap harus berjalan selama pekerjaan berlangsung.
Karena itu, DPRKPP menerapkan sistem pengerjaan bertahap dengan menggeser sementara pedagang yang berada di sekitar lokasi proyek agar aktivitas jual beli tidak berhenti.
"Wonokromo memang berbeda karena revitalisasi dilakukan sambil mengatur pergeseran pedagang di sekitar area pekerjaan. Bukan dipindahkan ke pasar lain, tetapi hanya digeser sementara agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi pedagang," jelasnya.
Ia menerangkan, fokus revitalisasi itu seperti perbaikan atap yang mengalami kerusakan, pembenahan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), perbaikan saluran drainase, hingga revitalisasi sentra pemotongan unggas.
Baca Juga: Resmi! Jurgen Klopp Jadi Pelatih Timnas Jerman hingga 2030, Debut Lawan Belanda
"Sentra potong unggas ini bukan membangun fasilitas baru, tetapi merevitalisasi fasilitas yang sudah ada agar lebih layak dan higienis. Skalanya juga lebih kecil dibanding Rumah Potong Unggas (RPU)," terangnya.
Untuk revitalisasi Pasar Wonokromo, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 400 juta. Pengerjaan ditargetkan selesai pada pertengahan Agustus 2026.
Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk merevitalisasi 16 pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Iman menegaskan, program revitalisasi tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan pasar, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli melalui pembenahan fasilitas pendukung, sanitasi, drainase, serta utilitas pasar.
"Harapan kami, setelah revitalisasi selesai, pasar tradisional semakin nyaman, bersih, dan mampu meningkatkan daya saing, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh," pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek