Umsura Buka Prodi S1 Film dan Industri Digital Berbasis AI, Siapkan Talenta Kreatif Siap Kerja

Andy Satria • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:48 WIB
Umsura Buka Prodi S1 Film Berbasis AI, Lulusan Disiapkan Kuasai Industri Kreatif Digital.
Umsura Buka Prodi S1 Film Berbasis AI, Lulusan Disiapkan Kuasai Industri Kreatif Digital.

RADAR SURABAYA – Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) resmi membuka Program Studi (Prodi) S1 Film dengan konsentrasi Industri Digital mulai tahun akademik 2026/2027.

Program studi baru ini dihadirkan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan industri kreatif, teknologi digital, serta meningkatnya kebutuhan talenta perfilman yang mampu beradaptasi dengan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Pembukaan Prodi S1 Film tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 729/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Film Program Sarjana di Universitas Muhammadiyah Surabaya yang diterbitkan pada Jumat (24/7).

Baca Juga: Dukung UMKM Lokal, Pertamina Patra Niaga Boyong Mitra Binaan ke Malang City Expo 2026

Program studi ini berada di bawah naungan Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS) Umsura. Kehadirannya melengkapi sembilan program studi yang telah lebih

dahulu dikelola FPKS sekaligus memperkuat posisi Umsura sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif dan ekonomi digital.

Dekan FPKS Umsura, Achmad Hidayatullah, mengatakan pembukaan Prodi S1 Film dengan konsentrasi Industri Digital merupakan langkah strategis untuk

menjawab kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.

Menurutnya, industri perfilman saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknik produksi film, tetapi juga memiliki kemampuan membangun narasi, membaca realitas sosial, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi dan dampak sosial.

"Di tengah perkembangan industri kreatif dan teknologi digital, kita membutuhkan sineas yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual untuk menggali narasi dan menyampaikan pesan sosial melalui karya kreatif," ujarnya.

Dayat, sapaan akrab Achmad Hidayatullah, menjelaskan bahwa Prodi Film Umsura mengusung konsep pembelajaran berbasis tiga pilar utama, yakni Artificial Intelligence (AI), creator economy, dan intellectual property (IP).

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan memproduksi film, tetapi juga mempelajari pengembangan kekayaan intelektual,

strategi membangun bisnis kreatif, hingga pemanfaatan teknologi AI untuk menghasilkan karya yang inovatif dan berdaya saing global.

Baca Juga: King dan Queen Theatre Jadi Ikon Hiburan di Alun-Alun Contong Surabaya

"Mahasiswa tidak hanya belajar membuat film, tetapi juga belajar membangun intellectual property, mengembangkan bisnis kreatif, serta memanfaatkan AI untuk menciptakan karya yang mampu bersaing di industri global," tegasnya.

Untuk mendukung kompetensi lulusan, Umsura menghadirkan sejumlah mata kuliah unggulan, antara lain AI Filmmaking & Virtual Production, Creator Economy & Digital Content Business, serta Future Media Lab: XR, AI & Immersive Experiences.

Lulusan Prodi S1 Film dengan konsentrasi Industri Digital diproyeksikan memiliki prospek karier yang luas.

Mereka dapat berkiprah di industri film dan sinema, perusahaan produksi konten digital, platform streaming, komunikasi kreatif, teknologi media baru, industri kreatif berbasis AI, hingga menjadi pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu, Rektor Umsura, Prof. Mundakir, menegaskan bahwa pembukaan Prodi S1 Film merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di era transformasi digital.

Menurutnya, film kini tidak lagi dipandang semata sebagai karya seni, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem teknologi, platform digital, ekonomi kreatif, dan komunikasi modern.

"Perguruan tinggi harus mampu menyiapkan talenta muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya dan inovasi," kata Mundakir.

Ia berharap kehadiran Prodi S1 Film dengan konsentrasi Industri Digital dapat menjadi ruang pengembangan bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang perfilman, storytelling, dan konten digital,

 sekaligus melahirkan sineas dan kreator yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan dibukanya program studi baru ini, Umsura menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri kreatif Indonesia melalui pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan selaras dengan perkembangan teknologi berbasis AI.(sam) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
prof mundakir muhammadiyah industri kreatif umsura