Keluhan Parkir Makam Keputih Dijawab Sistem Digital, Pemkot Pasang Gate dan CCTV untuk Hapus Tarif Tak Wajar

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 11:37 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sidak di Makam Keputih. (IST)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sidak di Makam Keputih. (IST)

 

‎RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melakukan transformasi sistem parkir di kawasan Makam Keputih dengan menerapkan gate system dan kamera pengawas (CCTV). Langkah ini menjadi solusi atas banyaknya keluhan masyarakat mengenai tarif parkir yang dinilai melebihi ketentuan serta praktik parkir yang belum transparan.

‎Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembenahan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang disampaikan melalui hotline Lapor Cak Eri. Selain mengeluhkan tarif parkir yang melampaui batas, masyarakat juga menyoroti belum diterapkannya sistem pembayaran non-tunai di kawasan tersebut.

‎"Jadi ada laporan terkait parkir di area Makam Keputih. Insyaallah ke depan sudah tidak ada lagi tarif parkir yang melebihi Rp 5.000," ujar Eri.

Baca Juga: King dan Queen Theatre Jadi Ikon Hiburan di Alun-Alun Contong Surabaya

‎Untuk memastikan persoalan tersebut, Eri turun langsung meninjau kawasan Makam Keputih bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Trio Wahyu Bowo dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M. Fikser.

‎Dari hasil peninjauan diketahui, pengelolaan parkir selama ini masih dilakukan oleh warga sekitar. Karena itu, Pemkot akan membangun sistem parkir yang lebih modern agar seluruh transaksi berlangsung transparan dan sesuai aturan.

‎"Nanti akan kami pasang CCTV dan sistem portal (gate system), sehingga pengelolaan parkir menjadi lebih tertib dan transparan," katanya.

‎Melalui sistem tersebut, pengunjung nantinya cukup melakukan pembayaran menggunakan QRIS maupun kartu elektronik (e-toll). Seluruh kendaraan akan tercatat otomatis sejak masuk hingga keluar kawasan makam.

‎"Warga yang masuk cukup menggunakan QRIS atau e-toll. Saat masuk melalui portal, keluar juga melalui portal, sehingga semuanya tercatat," jelasnya.

‎Menurut Eri, penerapan CCTV bukan hanya untuk mengawasi transaksi parkir, tetapi juga meningkatkan keamanan kendaraan para peziarah. Sistem tersebut akan mencocokkan nomor polisi kendaraan saat keluar sehingga dapat meminimalkan risiko pencurian.

Baca Juga: Gym dan Lari Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda yang Peduli Kesehatan

‎"Pertama supaya kendaraan lebih aman. Kedua, nomor kendaraan saat keluar dipastikan sesuai. Jadi bisa mencegah pencurian kendaraan sekaligus menghilangkan praktik tarif parkir yang melebihi ketentuan," tegasnya.

‎Ia menilai digitalisasi parkir menjadi langkah penting untuk menghapus ruang terjadinya pungutan di luar aturan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai besaran tarif yang dibayarkan.

‎"Karena itu saya ingin semuanya menjadi lebih baik dengan sistem portal. Semuanya terbuka, transparan, dan masyarakat merasa nyaman saat berziarah," ujarnya.

‎Selama masa transisi penerapan sistem baru, Eri menginstruksikan Dishub bersama Satpol PP melakukan pengawasan secara intensif di kawasan Makam Keputih. Pengawasan tersebut akan berlangsung selama satu hingga dua bulan untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan optimal.

‎"Selama satu sampai dua bulan ke depan Satpol PP bersama Dishub akan berjaga di lokasi agar sistem ini benar-benar berjalan sesuai harapan," katanya. (*)‎

Editor : Lambertus Hurek
sidak parkir parkir sukolilo parkir digital wali kota surabaya makam keputih