Orang Tua Modern Perlu Ubah Pola Asuh Menghadapi Gen Alpha Ubah, Tidak Boleh Kaku dan Keras

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 10:43 WIB
TELATEN: Mendidik anak-anak Gen Alpha saat ini harus responsif. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
TELATEN: Mendidik anak-anak Gen Alpha saat ini harus responsif. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

 

 

RADAR SURABAYA - Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momen penting bagi orang tua untuk merefleksikan kembali kualitas pengasuhan. Tantangan mendidik anak zaman kini bukan lagi soal menundukkan kepatuhan, melainkan membangun hubungan yang hangat, responsif, dan adaptif menghadapi perkembangan teknologi serta karakteristik generasi Alpha.

 Menurut psikolog anak Primatia Yogi Wulandari, masih banyak orang tua yang mengira bentakan atau hukuman adalah bentuk pendidikan. Padahal, tujuan utama pengasuhan adalah membentuk pribadi mandiri, tangguh, dan sehat mental.

 “Bukti ilmiah membuktikan pengasuhan yang responsif, penuh kehangatan, namun tetap punya batasan jelas jauh lebih efektif menumbuhkan kemampuan kelola emosi, percaya diri, dan kemampuan anak menyelesaikan masalah,” ujarnya, Kamis (23/7).

Baca Juga: Sering Mudah Lelah Kenali Kebiasaan Sehari Hari yang Bisa Menjadi Penyebabnya

 Ia meminta orang tua meninggalkan budaya komunikasi kaku dan hierarkis. Anak akan terbuka jika merasa didengar, dihargai, dan tidak dihakimi.

 “Memberi ruang berpendapat tidak mengurangi wibawa orang tua, justru memperkuat ikatan batin. Anak akan lebih berani mencari orang tua saat menghadapi masalah jika merasa aman berbicara,” tegasnya.

 Terkait gawai dan media sosial, Primatia menekankan orang tua harus berubah dari sekadar polisi digital yang melarang dan membatasi, menjadi mentor digital yang mengajarkan cara menggunakan teknologi dengan bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Baca Juga: Geger Rumah Warga Jalan Simo Katerungan Baru Surabaya Terbakar

 Ia juga mengingatkan orang tua waspada kelelahan mengasuh (parental burnout) akibat terpapar standar pengasuhan tak realistis di media sosial.

Terkait tren sharenting atau membagikan konten anak di dunia maya, orang tua wajib mempertimbangkan hak privasi dan jejak digital anak yang akan tetap ada hingga mereka dewasa.

 Di akhir penjelasannya, Primatia menegaskan investasi terbesar bagi masa depan anak adalah kehadiran orang tua, bukan benda-benda mewah.

 “Anak tidak butuh orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang hadir seutuhnya. Luangkan waktu tanpa gangguan gawai untuk mendengarkan dan mendampingi mereka. Keluarga yang aman adalah kunci melahirkan generasi cerdas dan sehat mental,” pungkasnya. (rmt) 

Editor : Lambertus Hurek
gen alpa Generasi Alpha pengasuhan anak hari anak nasional