Usut Dugaan Pungli PKL CFD Taman Bungkul Surabaya Viral, Eri Pastikan Stan Pedagang Gratis Tanpa Pungutan

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 13:47 WIB

 

Aktivitas pedagang kaki lima di Bungurasih Surabaya. (IST)
Aktivitas pedagang kaki lima di Bungurasih Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul yang ramai diperbincangkan di media sosial.

 Di saat bersamaan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa seluruh stand PKL di kawasan CFD disediakan secara gratis dan tidak boleh ada pihak yang menarik biaya dalam bentuk apa pun.

 Baca Juga: Monumen Kapal Selam Surabaya, Jejak KRI Pasopati 410 dari Operasi Trikora hingga Jadi Wisata Edukasi

Penegasan tersebut disampaikan Eri saat meninjau langsung pelaksanaan CFD Taman Bungkul, Minggu (19/7/2026). Dalam sidaknya, ia memastikan penataan kawasan berjalan sesuai aturan, mulai dari lokasi PKL, area UMKM hingga sistem parkir.

 "Kami memastikan pedagang yang berjualan di CFD ini tidak dipungut biaya. Posisi berjualan di sini gratis," tegas Eri.

 Menurutnya, seluruh area telah ditata agar aktivitas masyarakat berlangsung lebih tertib. Penempatan PKL, UMKM, hingga lokasi parkir sudah diatur sehingga tidak ada lagi praktik yang merugikan pedagang maupun pengunjung.

 Eri mengatakan, dugaan pungli yang sempat viral di media sosial menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya. Bahkan, ia mengaku telah mendatangi rumah pihak yang diduga melakukan penarikan uang kepada pedagang bersama aparat kepolisian.

 Baca Juga: Bukan Pesugihan, Wanita Asal Surabaya Pilih Edarkan Sabu dan Pil Ekstasi Agar Cepat Punya Rumah

"Kemarin saya bersama polisi dan Polda mendatangi rumah yang bersangkutan. Tetapi saat didatangi, orangnya sudah tidak berada di tempat. Namun bukan berarti pencarian berhenti," ujarnya. 

Pemkot Surabaya kini terus berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya untuk mengusut tuntas dugaan pungli tersebut. Eri menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang memanfaatkan fasilitas publik untuk kepentingan pribadi.

 "Kami bekerja sama dengan Siber Polda maupun Polrestabes untuk mencari yang bersangkutan. Saya tidak ingin ada lagi pungutan liar di Kota Surabaya," katanya.

 Ia pun mengimbau pihak yang diduga melakukan pungutan terhadap pedagang CFD agar bersikap kooperatif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 "Kalau memang pernah menarik uang, ayo bertemu dan pertanggungjawabkan. Saya tidak ingin ada lagi praktik seperti itu," tegasnya.

 Sebelumnya persoalan stan yang ditarik iuran ini juga terjadi di SWK Kedinding. Dampak dari dugaan pungli itu, seorang lurah akhirnya dimutasi oleh Eri. (dim)

Editor : Lambertus Hurek
stan PKL gratis car free day wali kota surabaya Eri Cahyadi Taman Bungkul