RADAR SURABAYA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Universitas Ciputra (UC) Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan
pendidikan mahasiswa melalui program perlindungan biaya kuliah bagi mahasiswa yang kehilangan orang tua sebagai pencari nafkah utama.
Program ini dirancang untuk memastikan mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus meskipun keluarga menghadapi kesulitan ekonomi akibat meninggalnya orang tua.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 18 mahasiswa telah menerima manfaat program tersebut dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp1,9 miliar.
Seluruh biaya pendidikan mahasiswa yang memenuhi ketentuan akan ditanggung hingga masa studi berakhir.
Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra, Michael Herry Tera, mengatakan kehilangan pencari nafkah merupakan cobaan berat bagi sebuah keluarga.
Karena itu, kampus berupaya memastikan kondisi tersebut tidak menghentikan cita-cita mahasiswa untuk meraih pendidikan tinggi.
"Kehilangan sosok pencari nafkah tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Namun, kami percaya musibah tidak boleh memutus kesempatan mahasiswa untuk
menyelesaikan pendidikan hingga lulus," ujarnya dalam peringatan Hari Anak Nasional di UC Surabaya, Jumat (17/7).
Menurut Tera, mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia cukup melapor kepada program studi atau bagian keuangan kampus dengan melengkapi dokumen pendukung, seperti akta kematian dan kartu keluarga.
"Setelah proses administrasi selesai, dananya akan dicairkan dan digunakan untuk membiayai kuliah hingga mahasiswa menyelesaikan semester delapan," katanya.
Ia menegaskan, program tersebut tidak mensyaratkan prestasi akademik maupun nonakademik.
Seluruh mahasiswa Universitas Ciputra secara otomatis memperoleh perlindungan yang sama tanpa memandang nilai akademik maupun pencapaian lainnya.
Saat ini, lebih dari 4.500 mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya telah terdaftar sebagai peserta program perlindungan biaya pendidikan tersebut.
Sementara itu, President Director PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life), Hengky Djojosantoso, berharap program ini dapat memberikan rasa aman bagi mahasiswa dan keluarganya.
Menurutnya, kehilangan orang tua tidak seharusnya menjadi alasan seorang anak menghentikan pendidikannya.
"Harapannya, kehilangan orang tua tidak berarti anak harus putus sekolah, tetapi tetap dapat melanjutkan pendidikannya hingga selesai," ujarnya.
Program perlindungan biaya pendidikan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Ciputra Surabaya dalam memperluas akses pendidikan tinggi
sekaligus memberikan kepastian bagi mahasiswa agar tetap dapat menyelesaikan kuliah meskipun menghadapi musibah dalam keluarga. (Sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan