RADAR SURABAYA – Sekolah-sekolah di Kota Surabaya yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik bakal mendapat tambahan dukungan melalui Program Pengalaman Lapangan (PPL) Mandiri.
Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerapkan skema baru penempatan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) berbasis kebutuhan sekolah agar distribusi tenaga pendidik lebih merata.
Kebijakan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.
Melalui skema baru ini, mahasiswa dari berbagai bidang studi akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan tambahan tenaga pengajar.
Sekretaris BPPG Unesa, Faridha Nurhayati, menjelaskan bahwa mahasiswa PPG pada semester dua menempuh beban studi sebanyak 20 SKS, dengan 8 SKS di antaranya dialokasikan untuk pelaksanaan PPL.
Menurutnya, pemetaan sekolah dilakukan bersama Dispendik Surabaya agar penempatan mahasiswa benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
"Harapannya, seluruh sekolah yang masih kekurangan guru dapat terbantu dengan kehadiran mahasiswa PPG.
Baca Juga: RSUD Haji Jatim Luncurkan Haji C-AIRRe, Hadirkan AI iBrain2U hingga Robot Rehabilitasi
Kemungkinan besar setiap sekolah akan ditempatkan satu hingga dua mahasiswa," ujar Faridha, Kamis (16/7).
Kepala Divisi Kemitraan dan Kerja Sama BPPG Unesa, Muhammad Reza, mengatakan perangkat, jadwal, dan sistem pembelajaran telah siap.
Saat ini, pihaknya tinggal menyelesaikan sejumlah aspek teknis sebelum mahasiswa diterjunkan ke sekolah.
"Kami tetap menggunakan PPL berbasis kebutuhan. Selain itu, yang dipersiapkan adalah kesiapan guru pamong, persebaran mahasiswa, serta berbagai aspek teknis lainnya agar implementasi program berjalan optimal," kata Reza.
Skema baru tersebut juga membawa tantangan bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unesa, Ulhaq Zuhdi, menjelaskan bahwa pola supervisi kini menjadi lebih luas dibandingkan sebelumnya.
"Jika dulu supervisi dilakukan di satu sekolah karena mahasiswa ditempatkan secara berkelompok, sekarang satu dosen harus mengawasi lima hingga enam sekolah.
Kondisi ini membutuhkan pengaturan waktu dan koordinasi yang lebih matang," jelasnya.
Melalui pola penempatan berbasis kebutuhan ini, BPPG Unesa berharap pelaksanaan PPL Mandiri semester dua berjalan lancar sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam membantu sekolah-sekolah yang kekurangan guru.
Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di Kota Surabaya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan