RADAR SURABAYA - Kemudahan yang ditawarkan dunia maya tak jarang menyimpan bahaya terselubung, salah satunya judi online. Menyadari siswa berkebutuhan khusus belum memiliki kemampuan kritis yang cukup menilai risiko. Seperti di Sekolah Luar Biasa (SLB) A YPAB Tegalsari, Surabaya, saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan edukasi khusus.
Materi mencakup kampanye anti-perundungan, anti-narkoba, larangan merokok, hingga bahaya judi online.
Kepala Sekolah SLB A YPAB Tegalsari, Oktavia Eka Kusumaningtyas, menjelaskan seluruh kegiatan ini disusun sesuai pedoman resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
“Kegiatan berupa pembuatan dan pengenalan poster anti-bullying, anti-narkoba, serta nilai kejujuran. Materi poster ini sudah disiapkan Dinas, kami tinggal mencetak dan menyampaikan langsung ke siswa,” ujar Oktavia, Rabu (15/7).
Pemilihan materi tersebut bukan tanpa alasan. Oktavia menegaskan siswa berkebutuhan khusus khususnya tunanetra di sekolahnya memiliki kerentanan tersendiri: cenderung mudah mengikuti ajakan orang lain dan menjadi sasaran empuk iming-iming manis.
“Pengaruh materi ini sangat besar bagi mereka. Anak-anak tunanetra sering tak mengetahui niat buruk orang lain, sehingga mudah diajak atau diberi sesuatu tanpa sadar bahayanya. Kami jelaskan sederhana: jangan mudah terima pemberian atau ajakan orang asing, terutama soal narkoba maupun judi online,” tegasnya.
Ia menambahkan antusiasme siswa terhadap hal baru justru menjadikan mereka rentan tergiur tawaran hadiah atau keuntungan palsu judi daring.
“Bayangkan, mereka begitu terbuka pada hal baru. Tanpa pemahaman tepat, iming-iming judi online bisa mudah menyesatkan. Edukasi sedini ini adalah benteng utama agar mereka lebih waspada,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek