RADAR SURABAYA – Namira Eco Print kembali menjadi tujuan belajar bagi berbagai institusi yang ingin membekali para pegawainya menjelang masa pensiun.
Kali ini, sebanyak 40 calon pensiunan Bank Central Asia (BCA) dari berbagai kantor cabang di seluruh Indonesia mengikuti workshop ecoprint di rumah produksi Namira Eco Print Surabaya.
Owner Namira Eco Print, Yayuk Eko Agustin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendampingan yang rutin dilakukan bersama sejumlah instansi sebagai bekal memasuki masa purnatugas.
"Pesertanya sekitar 40 orang, semuanya calon pensiunan BCA dari berbagai kantor cabang di Indonesia. Untuk BCA sendiri kegiatan seperti ini biasanya dilakukan sebulan sekali," kata Yayuk.
Menurutnya, Namira Eco Print cukup sering menerima kunjungan dari berbagai lembaga yang ingin mengenalkan kewirausahaan kepada para pegawai. Sebelum rombongan BCA, pihaknya juga menerima peserta dari Bank Indonesia (BI) yang mengikuti pelatihan serupa.
"Kemarin juga ada dari Bank Indonesia dengan sekitar 25 peserta. Jadi memang cukup sering ada tamu dari berbagai instansi yang datang belajar di sini," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diajak melihat berbagai produk unggulan hasil karya Namira Eco Print.
Mereka juga memperoleh pelatihan praktik membatik ecoprint secara gratis menggunakan dedaunan sebagai pewarna alami yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Namira Ecoprint Hadirkan Busana Sutra dengan Pewarna Logwood dalam Surabaya Fashion Parade
Yayuk menjelaskan, metode ecoprint dipilih karena mudah dipelajari, memiliki nilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami.
"Kami ingin menularkan apa yang sudah kami lakukan sebagai pelaku UMKM. Selain melihat proses produksi, peserta kami ajak praktik langsung bagaimana cara membatik menggunakan dedaunan yang ramah lingkungan," jelasnya.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para calon pensiunan untuk tetap produktif setelah tidak lagi aktif bekerja.
Menurutnya, keterampilan kreatif seperti ecoprint dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun aktivitas yang memberikan nilai tambah di masa pensiun.
"Kami berharap ilmu yang mereka dapatkan di sini bisa menjadi bekal. Siapa tahu nanti setelah pensiun ada yang tertarik mengembangkan usaha kreatif atau sekadar menjadikan ecoprint sebagai kegiatan yang produktif dan bermanfaat," pungkas Yayuk.
Melalui kegiatan pendampingan tersebut, Namira Eco Print terus memperkuat perannya sebagai UMKM yang tidak hanya menghasilkan produk fesyen ramah lingkungan, tetapi juga menjadi ruang berbagi ilmu dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi mereka yang tengah mempersiapkan masa pensiun agar tetap aktif, mandiri, dan produktif. (dim/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar surabaya