Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

MPLS di SLB Surabaya Bekali Siswa Berkebutuhan Khusus Waspadai Bullying, Narkoba, dan Judi Online

Rahmat Sudrajat • Kamis, 16 Juli 2026 | 04:34 WIB
Siswa berkebutuhan khusus di SLB A YPAB Tegalsari Surabaya mengikuti kampanye anti-perundungan (bullying) dan bahaya judi online pada kegiatan MPLS. (Rahmat Sudrajat)
Siswa berkebutuhan khusus di SLB A YPAB Tegalsari Surabaya mengikuti kampanye anti-perundungan (bullying) dan bahaya judi online pada kegiatan MPLS. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Siswa berkebutuhan khusus menjadi kelompok yang rentan menjadi korban perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga terjerat judi online.

Kondisi tersebut mendorong Sekolah Luar Biasa (SLB) A YPAB Tegalsari Surabaya memberikan edukasi sejak hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai upaya membangun kesadaran dan melindungi para peserta didik.

Dalam kegiatan MPLS, para siswa dikenalkan berbagai materi penting, mulai dari kampanye anti-bullying, anti-narkoba, larangan merokok, hingga bahaya judi online.

Seluruh materi disampaikan dengan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

Kepala Sekolah SLB A YPAB Tegalsari Surabaya, Oktavia Eka Kusumaningtyas, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada pedoman resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

"Kegiatan berupa pembuatan dan pengenalan poster anti-bullying, anti-narkoba, serta penanaman nilai kejujuran.

Baca Juga: Jelang Muskotlub, PTMSI Surabaya Benahi Organisasi

Materi poster sudah disiapkan Dinas Pendidikan, kemudian kami cetak dan sampaikan langsung kepada siswa," ujarnya, Rabu (15/7).

Menurut Oktavia, edukasi tersebut sangat penting karena siswa berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tunanetra, memiliki

tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap pengaruh negatif dari lingkungan sekitar maupun dunia digital.

Mereka kerap belum mampu mengenali niat buruk orang lain sehingga lebih mudah menerima ajakan atau pemberian tanpa memahami risiko yang mengintai.

"Materi ini sangat penting bagi mereka. Anak-anak tunanetra sering kali tidak mengetahui niat buruk orang lain sehingga mudah diajak atau diberi sesuatu tanpa menyadari bahayanya.

Kami menjelaskan dengan bahasa sederhana agar mereka tidak mudah menerima pemberian atau ajakan dari orang yang tidak dikenal, terutama yang berkaitan dengan narkoba maupun judi online," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Kamis 16 Juli 2026: Cerah Berawan, Siang Panas Terik

Ia menambahkan, rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru juga membuat siswa berkebutuhan khusus berpotensi menjadi sasaran berbagai modus kejahatan digital, termasuk promosi judi online yang menawarkan hadiah atau keuntungan instan.

"Tanpa pemahaman yang benar, iming-iming hadiah dari judi online dapat dengan mudah menyesatkan mereka.

Karena itu, edukasi sejak dini menjadi benteng utama agar anak-anak lebih waspada dan mampu melindungi diri," tegas Oktavia.

Melalui edukasi selama MPLS, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya menjauhi bullying, narkoba, rokok,

dan judi online, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang berpotensi membahayakan diri mereka. 

Dengan bekal tersebut, siswa berkebutuhan khusus diharapkan mampu tumbuh di lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun pengaruh negatif. (rmt)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
SLB A YPAB Tegalsari Surabaya mpls bulliying judi online