RADAR SURABAYA - Penyidikan yang dilakukan Ujit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya membuahkan hasil. Dua tersangka begal dengan modus memberhentikan korban, MR, 34, dan MJ, 30, mengaku 17 kali beraksi. Mereka beraksi bersama dua teman lainnya yang saat ini sudah ditahan di Polresta Sidoarjo.
Pengakuan tersangka, ia menggunakan modus menakut-nakuti korban karena menabrak saudaranya atau pengendara lain. Kemudian mulai beraksi mengajak korban bertemu orang yang ditabrak dan mengambil sepeda motornya.
"Sudah 17 kali, kalau saya suruh cari 17 kendaraan itu sanggup kamu," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan melalui unggahan medsosnya, Selasa (14/7).
Baca Juga: Banjir Rob Genangi Kenjeran Park Surabaya, Warga Tionghoa Tetap Sembahyang di Sanggar Agung
Hasil penyidikan, mereka bisa beraksi dua kali dalam satu waktu di lokasi yang sama. Kemudian sepeda motor dijual oleh tersangka.
Kedua tersangka ini mengaku menyasar anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor sendirian atau berboncengan dengan temannya. Ia kemudian meninggalkan korban di lokasi lain dan membiarkannya begitu saja.
"Korban tidak tahu jika jadi korban kalian. Ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan bisa sampai setahun di sana," katanya.
Pengakuan Pelaku Begal Modus Tabrak Anak
Diberitakan sebelumnya, pelaku begal yang ditangkap Polrestabes Surabaya MR, 34, warga Dupak Masigit PJKA, Surabaya, MJ, 30, warga Jalan Rembang, Surabaya, ternyata juga beraksi di wilayah Sidoarjo. Selain tiga TKP di Surabaya, mereka juga beraksi di wilayah Sidoarjo.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto melalui Kasi Humas AKP Hadi Ismanto, mengatakan dua tersangka lainnya sudah ditangkap Polresta Sidoarjo. Komplotan ini juga beraksi di Sidoarjo dengan modus yang hampir sama.
"Modusnya menuduh korban menabrak atau tawuran kemudian mengambil motornya, " katanya.
Ia mengungkapkan, sementara untuk sepeda motor Yamaha Aerox yang diamankan dari dua tersangka MR dan MJ merupakan hasil pencurian. Keduanya mengaku, motor tersebut hasil begal di Wonocolo.
Baca Juga: Gegara Komentar Status WA, Pria di Surabaya Hajar Teman Gunakan Galvalum
"Ini masih kami kembangkan lagi kemungkinan TKP lain. Sementara TKP wonocolo masih kami selidiki lagi," tuturnya.(gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya