RADAR SURABAYA — Banjir rob kembali menggenangi kawasan pesisir Kenjeran, Surabaya, Selasa (14/7/2026). Genangan air laut ini terjadi seiring pasang maksimum yang telah diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bertepatan dengan fase bulan baru.
Air laut yang naik menggenangi sejumlah titik di kawasan Wisata Kenjeran Park (Ken Park), termasuk area sekitar Klenteng Sanggar Agung. Genangan tampak cukup tinggi hingga menutup sebagian akses jalan dan halaman parkir.
Sekitar 20 warga Tionghoa yang datang untuk menjalankan sembahyang rutin awal bulan penanggalan Imlek terlihat tetap beraktivitas di tengah genangan. Namun, mereka harus ekstra hati-hati, terutama saat memarkir kendaraan di halaman klenteng yang tergenang air laut.
“Memang setiap awal bulan seperti ini sering terjadi. Sudah biasa, tidak perlu dikhawatirkan,” kata Lani, warga Surabaya yang rutin bersembahyang di Klenteng Sanggar Agung.
Sejumlah juru parkir terlihat sigap membantu mengatur kendaraan yang keluar-masuk area klenteng. Mereka mengarahkan mobil ke titik yang relatif lebih tinggi untuk menghindari genangan yang lebih dalam.
Salah satu petugas parkir mengatakan kondisi banjir rob kali ini tergolong tidak terlalu parah dibandingkan kejadian beberapa bulan sebelumnya. Menurut dia, genangan air biasanya akan surut dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu jam lebih.
“Ini masih ringan. Nanti juga kering sendiri, paling satu jam lebih sudah surut,” ujarnya.
Baca Juga: Polda Jatim Kembalikan Motor BB Korban Begal dan Curanmor, Imbau Gunakan Layanan Call Center 110
Ia menambahkan, banjir rob merupakan fenomena rutin di kawasan pesisir Kenjeran yang terjadi setiap bulan, terutama saat fase bulan baru maupun bulan purnama. Meski demikian, ketinggian air tidak selalu sama.
Pada kondisi tertentu, genangan air laut bisa mencapai level yang cukup tinggi hingga menyulitkan kendaraan roda dua untuk melintas. Namun untuk kejadian kali ini, aktivitas warga masih dapat berlangsung meski dengan keterbatasan. (*)
Editor : Lambertus Hurek