
RADAR SURABAYA – Cuaca di Surabaya pada Senin (13/7/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga cerah sepanjang siang hari. Masyarakat dapat beraktivitas dengan kondisi cuaca yang relatif baik, meski suhu udara diperkirakan cukup panas.
Berdasarkan prakiraan cuaca per jam, pada dini hari hingga sekitar pukul 05.00 WIB masih berpotensi terjadi hujan ringan sesaat. Memasuki pagi, cuaca berangsur menjadi berawan hingga cerah berawan.
Baca Juga: Deteksi Kelainan Janin Sejak Dini, Ini yang Perlu Diperhatikan Calon Orang Tua
Mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari, cuaca diprakirakan didominasi cerah dengan suhu udara berkisar 29–31 derajat Celsius. Suhu yang dirasakan (heat index) dapat mencapai 35 derajat Celsius pada siang hingga sore hari. Kecepatan angin berkisar 7–15 kilometer per jam dengan kelembapan udara antara 61–93 persen.
Memasuki malam hari, cuaca diperkirakan tetap cerah hingga berawan dengan suhu turun menjadi sekitar 26–28 derajat Celsius.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di kawasan pesisir Jawa Timur untuk mewaspadai potensi banjir rob yang masih berpeluang terjadi, termasuk di wilayah pesisir Kota Surabaya.
Potensi banjir rob tersebut dipengaruhi oleh fenomena fase Bulan Baru yang diperkirakan terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 16.43 WIB. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut sehingga memicu genangan di sejumlah kawasan pesisir.
Di Surabaya, wilayah yang berpotensi terdampak antara lain kawasan Kalianak, Greges, Kalimas Baru, Tanjung Perak, Bulak, Kenjeran hingga pesisir Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir, termasuk nelayan, pelaku usaha pelabuhan, dan pengguna jasa transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya genangan akibat pasang maksimum air laut.
Warga juga diharapkan terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta mengantisipasi dampak yang dapat mengganggu aktivitas di kawasan pesisir. (*)
Editor : Lambertus Hurek