RADAR SURABAYA - Banyak calon orang tua menganggap pemeriksaan kehamilan baru penting dilakukan saat memasuki trimester akhir. Padahal, sebagian besar skrining untuk mendeteksi kelainan bawaan justru berlangsung sejak trimester pertama, saat organ-organ vital janin mulai terbentuk.
Spesialis kandungan dr Rozi Aditya Aryananda, SpOG, Subsp.KFm, PhD mengatakan, perkembangan janin berlangsung sangat cepat sejak awal kehamilan. Pada usia enam minggu jantung janin mulai terbentuk.
Minggu kedelapan otak berkembang pesat. Pada usia 10–13 minggu berbagai risiko kelainan maupun sindrom sudah mulai dapat diidentifikasi.
“Sebenarnya pada trimester pertama kita sudah bisa melihat apakah ada kelainan pada bayi. Karena itu, skrining tidak sebaiknya menunggu usia kehamilan sudah besar,” jelasnya, Minggu (12/7).
Teknologi saat ini juga memungkinkan deteksi dini melalui pemeriksaan darah ibu untuk mendeteksi risiko kelainan kromosom, sebagai dasar pemantauan dan penanganan lanjutan.
Ia menegaskan, setiap trimester memiliki tujuan pemeriksaan yang berbeda. Pada trimester kedua dengan fokus pada evaluasi pembentukan organ utama seperti otak, jantung, dan saluran pencernaan.
Kemudian pada trimester ketiga dengan memantau pertumbuhan janin, kesejahteraan bayi, serta persiapan persalinan. “Masuk trimester ketiga, fokus bukan lagi pembentukan organ, melainkan memastikan bayi tumbuh dengan baik dan persiapan kelahiran,” ujarnya.
Baca Juga: Tren Jam Tangan Mewah di Surabaya, Kolektor Rela Rogoh Kocek hingga Ratusan Juta
Pada tahap ini asupan gizi sangat berpengaruh pada kekurangan nutrisi menghambat pertumbuhan. Sedangkan kelebihan gula berisiko melahirkan bayi dengan berat badan berlebih.
Menurut dia, pemenuhan gizi pun harus disesuaikan pada trimester pertama asam folat penting bagi pembentukan organ. Trimester kedua bumil butuh lebih banyak energi, protein, dan kalsium. Dan, trimester ketiga perlu zat besi krusial mencegah anemia seiring peningkatan volume darah ibu.
“Kebutuhan ibu hamil berbeda di setiap tahap. Pemeriksaan dan asupan gizi harus disesuaikan agar kesehatan ibu dan janin terpantau optimal demi kelahiran generasi yang sehat,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Lambertus Hurek