Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

MPLS Ramah Anak di Surabaya, Murid Baru Dibekali Edukasi Kejahatan Digital 

Dimas Mahendra • Minggu, 12 Juli 2026 | 16:55 WIB

 

Sejumlah orang tua mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah di Surabaya. (IST)
Sejumlah orang tua mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah di Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada hari Senin (13/7). Kegiatan pada awal tahun ajaran baru itu diharapkan berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, sekaligus menjadi bekal bagi siswa menghadapi tantangan di era digital.

 Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, sekolah-sekolah negeri dan swasta telah mendapatkan sosialisasi mengenai pelaksanaan MPLS sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan. Seluruh kegiatan dipastikan mengedepankan kenyamanan murid-murid baru.

Baca Juga: Cross Culture Festival 2026 di Surabaya, Delegasi Empat Negara Perkuat Diplomasi Budaya Kota Pahlawan

"MPLS harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan, bukan seperti perpeloncoan di masa lalu. Tidak ada lagi kegiatan yang membebani siswa. Kami ingin anak-anak mengenal sekolah sebagai rumah kedua yang harus mereka pahami dan cintai," ujar Febrina.

MPLS berlangsung selama sepekan. Murid baru akan dikenalkan budaya sekolah, sistem pembelajaran, tenaga pendidik, hingga berbagai program unggulan. Namun, tahun ini materi pembekalan diperluas dengan isu-isu yang dinilai relevan bagi generasi muda.

Dispendik menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat kepolisian, kepolisian siber, serta sejumlah instansi terkait untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Juga penggunaan media sosial secara bijak hingga kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan digital.

Baca Juga: Wagub Emil Minta Orang Tua Tolak Pungutan Wajib dan Laporkan ke Saber Pungli

"Anak-anak saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengenali konten berbahaya, ajakan negatif di media sosial, hingga berbagai modus penipuan digital," jelasnya.

Tak hanya menyasar murid baru, Dispendik juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendukung pendidikan karakter. Orang tua diminta membangun komunikasi yang lebih intens dengan anak, baik terkait aktivitas belajar maupun penggunaan telepon genggam dan media sosial.

"Ketika anak berada di rumah, orang tua perlu mengajak mereka berdialog dan mendengarkan cerita mereka. Hal sederhana seperti menanyakan kegiatan di sekolah akan membuat anak merasa diperhatikan," katanya.

Menurut Febrina, komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih dini apabila terjadi perubahan perilaku pada anak. "Kalau ada perubahan perilaku, informasi dari rumah dan sekolah bisa saling dicocokkan sehingga penyebabnya diketahui lebih awal. Bila diperlukan, sekolah juga akan menghadirkan psikolog atau pendamping profesional," ujarnya.

 Selain penguatan karakter dan literasi digital, MPLS tahun ini juga akan diisi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh Dinas Kesehatan Surabaya. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan para murid baru memulai tahun ajaran dalam kondisi sehat. (dim) 

Editor : Lambertus Hurek
#MPLS ramah anak #perpeloncoan #mpls #Hari Pertama Masuk Sekolah #DInas Pendidikan Surabaya