Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

SPMB Usai, Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Dimas Mahendra • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:47 WIB
PERSIAPAN AJARAN BARU: Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Surabaya sudah usai.
PERSIAPAN AJARAN BARU: Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Surabaya sudah usai.

RADAR SURABAYA - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sudah usai. Pemkot Surabaya memastikan seluruh calon peserta didik yang belum tertampung di sekolah negeri tetap memiliki kesempatan bersekolah melalui jaringan sekolah swasta.

Pemkot memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena belum diterima di sekolah negeri. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, seluruh proses SPMB tahun ajaran 2026/2027 untuk jenjang SD hingga SMP telah selesai.

Baca Juga: DPRD Soroti Kinerja Keuangan Pemkot Surabaya, Target Pendapatan Meleset hingga Rp 1 Triliun

Namun, Dispendik tetap membuka posko layanan pasca-SPMB guna mendampingi orang tua mencari sekolah swasta yang sesuai dengan domisili maupun kemampuan ekonomi keluarga.

"Yang paling penting adalah tidak ada anak yang berhenti sekolah hanya karena belum diterima di sekolah negeri," ujar Febrina, Jumat (10/7/2026).

Baca Juga: Antisipasi Kebakaran, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan TPA Benowo 24 Jam

Menurutnya, melalui portal SPMB masyarakat dapat memperoleh rekomendasi sekolah swasta berdasarkan lokasi tempat tinggal sehingga proses pencarian sekolah menjadi lebih mudah dan terarah.

Febrina juga mengajak masyarakat mengubah pandangan bahwa sekolah negeri selalu menjadi pilihan terbaik. Ia menilai banyak sekolah swasta di Surabaya yang kini memiliki kualitas pendidikan tidak kalah baik. Bahkan, beberapa di antaranya telah menutup pendaftaran jauh sebelum pelaksanaan SPMB karena kuota sudah terpenuhi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Relokasi Bengkel Jalan Nias ke Menur, Pelaku Usaha Sambut Positif

"Kualitas pendidikan di sekolah swasta pada dasarnya tidak kalah dengan sekolah negeri. Bahkan, ada sekolah swasta yang sudah penuh menerima peserta didik beberapa bulan sebelum SPMB dibuka. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta juga sangat tinggi," jelasnya.

Karena itu, Dispendik terus mendorong sekolah swasta mengembangkan keunggulan masing-masing, mulai dari pendidikan karakter, inovasi pembelajaran, hingga pelibatan orang tua dalam proses pendidikan.

peBaca Juga: Proyek JLLB Dikebut, Pemkot Surabaya Target Rampung Juli 2027

Febrina menegaskan, sekolah negeri dan sekolah swasta bukanlah kompetitor, melainkan mitra strategis dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Keterbatasan daya tampung sekolah negeri membuat keberadaan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan.

"Negeri tidak mungkin menampung seluruh peserta didik tanpa dukungan sekolah swasta. Maka, kami membangun kolaborasi agar hasil akhir pendidikan di Surabaya sama-sama berkualitas, baik yang belajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta," terangnya.

Sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan, Pemkot Surabaya juga mengintegrasikan sistem SPMB dengan data kesejahteraan masyarakat milik Dinas Sosial untuk mempermudah pelaksanaan jalur afirmasi.

Inovasi tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena turut menghubungkan sistem penerimaan dengan sekolah swasta.

Di sisi lain, Febrina menjelaskan dukungan pemerintah terhadap sekolah negeri maupun swasta dilakukan secara proporsional melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) yang disalurkan berdasarkan jumlah peserta didik.

Ia pun mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar mengelola dana tersebut secara efektif sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan. (dim/rek)

Editor : Vega Dwi Arista
#spmb #anak #sekolah #pemkot #pungutan