RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat penyelesaian berbagai proyek infrastruktur pengendali banjir di sejumlah kawasan. Pembangunan drainase, box culvert, rumah pompa, hingga peningkatan kapasitas pompa ditargetkan rampung paling lambat November 2026 sebagai persiapan menghadapi puncak musim hujan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan proyek-proyek tersebut mulai dikerjakan secara bertahap sejak April hingga Mei 2026. Memasuki Juni dan Juli, pengerjaan dipercepat di sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan genangan.
Baca Juga: Banjir di Surabaya Makin Kompleks, Dewan Sebut Rumah Pompa dan Beton Bukan Solusi
"Proyek ini kami selesaikan secara bertahap. Lokasinya tersebar di berbagai titik di Surabaya. Ada yang selesai pada September, Oktober, dan seluruhnya ditargetkan rampung paling lambat November," ujarnya.
Menurut Hidayat, percepatan pembangunan difokuskan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi agar sistem drainase kota lebih optimal sebelum intensitas hujan meningkat pada akhir tahun.
Di Surabaya Timur, Pemkot membangun saluran u-ditch, rumah pompa, serta meningkatkan kapasitas Pompa Wonorejo 2 di kawasan Medokan. Selain itu, pembangunan rumah pompa dan saluran box culvert juga dilakukan di sekitar SMA Negeri 14 Surabaya, kawasan Tenggilis.
Ia menjelaskan, proyek di Tenggilis menjadi salah satu pekerjaan strategis karena saluran baru akan langsung terhubung ke Sungai Jagir sebagai outlet utama pembuangan air.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Ancaman Banjir Bayangi Laga Norwegia vs Senegal di Piala Dunia 2026
"Di Tenggilis kami membangun saluran dan rumah pompa untuk mengatasi banjir. Nantinya saluran tersebut akan terhubung langsung ke Sungai Jagir melalui metode pengeboran sehingga aliran air menjadi lebih cepat," jelasnya.
Sementara itu, di Surabaya Barat pembangunan difokuskan pada pemasangan box culvert di Jalan Tanjungsari, pembangunan bozem, Rumah Pompa Tambak Mayor, kawasan bawah jembatan layang, hingga wilayah Benowo yang juga rawan genangan.
Sedangkan di Surabaya Selatan dan kawasan pusat kota, pekerjaan meliputi pemasangan box culvert di sejumlah ruas strategis, seperti Margorejo, Jalan Prof. Dr. Moestopo, Panjang Jiwo, Tenggilis, dan Jemursari.
Selain membangun infrastruktur baru, Pemkot juga meningkatkan kapasitas rumah pompa yang telah ada. Langkah tersebut dilakukan karena kapasitas sistem eksisting dinilai belum mampu menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.
"Penambahan kapasitas pompa dilakukan agar proses pembuangan air berlangsung lebih cepat ketika curah hujan tinggi. Dengan begitu, genangan dapat lebih cepat surut," katanya.
Melalui percepatan pembangunan tersebut, Pemkot Surabaya berharap sistem pengendalian banjir semakin optimal, jumlah titik genangan berkurang, serta kawasan permukiman maupun jalan-jalan utama lebih terlindungi saat musim hujan tiba pada akhir tahun. (dim/vga)
Editor : Vega Dwi Arista