Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Sabtu 4 Juli 2026: Cerah dan Panas Seharian, Malam Lebih Dingin

Lambertus Hurek • Sabtu, 4 Juli 2026 | 02:46 WIB
Ilustrasi cuaca cerah di Surabaya. (IST)
Ilustrasi cuaca cerah di Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Warga Surabaya diperkirakan menikmati cuaca cerah sepanjang Sabtu (4/7). Warga diimbau tetap menyiapkan perlindungan dari panas matahari pada siang hari, sekaligus mengantisipasi udara yang terasa lebih dingin saat malam hingga dini hari.

Pada pagi hari, cuaca didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Suhu udara berkisar 24–27 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 95 persen pada dini hari dan berangsur turun saat matahari terbit.

Angin bertiup lemah dari timur dengan kecepatan 2–9 km per jam, membuat udara terasa cukup lembap namun tetap nyaman untuk aktivitas pagi.

Baca Juga: Ditinjau Dirjen, Imigrasi Surabaya Luncurkan Prestige Immigration Services, Hadirkan Layanan Premium di BG Junction

Memasuki siang hari, intensitas panas meningkat. Suhu udara mencapai puncaknya di kisaran 31–32 derajat Celsius dengan suhu terasa hingga 36 derajat Celsius.

Kondisi langit umumnya cerah berawan hingga sebagian berawan. Kelembapan turun ke level 58–66 persen, sementara angin bertiup sedang dari timur dengan kecepatan 13–16 km per jam. Tidak ada potensi hujan sepanjang siang hingga sore hari.

Pada sore hingga malam hari, cuaca berangsur menjadi berawan tebal. Suhu perlahan turun dari 29 derajat Celsius pada sore menjadi sekitar 26–27 derajat Celsius pada malam hari.

 Kelembapan kembali meningkat hingga di atas 80 persen dengan angin bertiup stabil di kisaran 8–15 km per jam. Kondisi tetap kering tanpa potensi hujan.

Baca Juga: Sidak Titik Keramaian Malam Hari di Surabaya, Cak Eri Naik RX-King Bareng Istri

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kondisi cuaca cerah dan minim awan ini berkaitan dengan fenomena bediding yang sedang terjadi di Surabaya dan sekitarnya. Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara malam hingga dini hari terasa lebih dingin dari biasanya.

BMKG menjelaskan, fenomena bediding dipicu oleh angin muson timur yang membawa massa udara kering dan relatif dingin dari Australia. Minimnya tutupan awan pada musim kemarau membuat panas permukaan bumi lebih cepat dilepaskan pada malam hari, sehingga suhu udara bisa turun signifikan.

“Pada periode ini suhu malam hari bisa lebih rendah dari normal,” ujar BMKG, seraya menambahkan bahwa di wilayah Surabaya suhu dapat mendekati 18 derajat Celsius pada kondisi tertentu.

Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau sekitar Agustus 2026. Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh, terutama saat beraktivitas pada malam hingga pagi hari, dengan mengenakan pakaian yang lebih hangat serta menjaga asupan cairan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#cuaca cerah #surabaya #Prakiraan Cuaca #BMKG #bediding