RADAR SURABAYA - Warga Surabaya bisa menikmati cuaca cerah sepanjang Jumat (3/7). Sejak pagi hingga sore hari, langit didominasi sinar matahari dengan potensi hujan yang nyaris tidak ada. Kondisi ini cocok untuk aktivitas luar ruang. Namun mun warga tetap diimbau menyiapkan pelindung dari panas.
Pada pagi hari, suhu berada di kisaran 24–26 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi, mencapai 90 persen. Angin bertiup lemah dari arah timur dengan kecepatan sekitar 2–4 km/jam.
Baca Juga: Diduga Akibat Puntung Rokok, Rumah di Jagir Sidomukti Surabaya Terbakar
Memasuki siang hari, suhu meningkat signifikan hingga puncaknya sekitar 31 derajat Celsius pada pukul 12.00–15.00. Meski panas terasa menyengat, kelembapan mulai turun ke kisaran 60 persen sehingga cuaca cenderung kering.
Menjelang sore hingga malam, suhu berangsur turun dari 30 derajat Celsius menjadi sekitar 26–27 derajat Celsius. Langit berubah dari cerah menjadi berawan ringan hingga berawan.
Angin bertiup sedikit lebih kencang dibanding pagi hari, mencapai 8–11 km/jam, namun tetap dalam kategori ringan. Tidak ada indikasi hujan hingga malam hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, saat ini wilayah Jawa Timur tengah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut ditandai dengan minimnya curah hujan serta dominasi cuaca cerah. Namun, suhu udara pada malam hari terasa lebih dingin dari biasanya.
Hal ini dipengaruhi oleh tutupan awan tipis yang memungkinkan pelepasan panas lebih cepat, serta adanya Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Warga diimbau tetap menjaga kondisi tubuh, terutama pada malam hingga dini hari yang cenderung lebih sejuk. (*)
Editor : Lambertus Hurek