RADAR SURABAYA – Proses pencarian jajaran direksi baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) memasuki babak baru. Sebanyak 13 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya Yuga Pratisabda Widyawasta mengatakan, seleksi saat ini masih berada pada tahap verifikasi administrasi. Dari total pelamar yang memenuhi syarat, tiga orang mendaftar sebagai calon direktur utama, lima orang posisi Direktur Keuangan dan SDM, serta lima orang lainnya memperebutkan jabatan Direktur Operasional dan Umum.
Baca Juga: Gubes ITS Surabaya Temukan Teknologi Ubah Limbah Menjadi Energi Alternatif
"Iya, memang sedang berjalan dan ada sebanyak 13 pelamar yang lolos administrasi akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya," ujar Yuga kemarin (2/7).
Menurutnya, jumlah pelamar yang relatif sedikit, khususnya untuk posisi dirut, menjadi salah satu alasan proses seleksi berlangsung lebih panjang dari perkiraan. Ia menduga Pemkot Surabaya masih membuka ruang agar semakin banyak figur profesional ikut berkompetisi sehingga pilihan yang tersedia semakin berkualitas.
"Kalau dilihat memang yang mendaftar sebagai dirut hanya tiga orang. Bisa jadi pemerintah kota berharap ada tambahan kandidat sehingga pilihannya lebih banyak," katanya.
Politikus PSI itu menegaskan kualitas harus menjadi pertimbangan utama dibanding sekadar mempercepat pengisian jabatan direksi. Karena itu, apabila panitia seleksi memandang perlu membuka kembali proses pendaftaran demi memperoleh kandidat yang lebih kompeten, DPRD menilai langkah tersebut justru lebih baik dibanding terburu-buru menetapkan direksi.
"Kalau memang harus diulang karena kandidatnya belum memenuhi harapan, silakan saja. Yang paling penting hasil akhirnya benar-benar memberikan sosok terbaik untuk KBS," tegasnya.
Yuga menilai tantangan yang dihadapi Perumda KBS ke depan tidak ringan. Selain dituntut meningkatkan kinerja perusahaan, direksi baru juga harus mampu menjaga fungsi konservasi satwa dan edukasi yang selama ini menjadi identitas Kebun Binatang Surabaya.
Menurutnya, transformasi status KBS menjadi perusahaan daerah harus diikuti dengan peningkatan tata kelola, inovasi bisnis, dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia pun mengapresiasi capaian Perumda KBS yang menunjukkan tren positif, terutama dari sisi kinerja keuangan. Prestasi tersebut, kata dia, harus menjadi pijakan bagi direksi baru untuk mendorong pertumbuhan yang lebih baik lagi.
"Direktur utama yang terpilih nanti harus memiliki visi dan misi yang jelas. Karena sekarang statusnya Perumda, orientasi bisnis harus meningkat, tetapi fungsi edukasi dan konservasi tetap tidak boleh ditinggalkan," ujarnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek