Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Relatif Aman, KAI Daop 8 Tetap Catat 3 Kasus Pelemparan Batu ke Kereta Selama 2026

Rahmat Sudrajat • Rabu, 1 Juli 2026 | 21:45 WIB
Sosialisasi terus dilakukan agar warga tidak melakukan aktivitas di dekat rel kereta api. (KAI Daop 8 Surabaya)
Sosialisasi terus dilakukan agar warga tidak melakukan aktivitas di dekat rel kereta api. (KAI Daop 8 Surabaya)

RADAR SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak bermain maupun beraktivitas di sekitar jalur kereta api selama masa libur sekolah.

 Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Selama libur sekolah, aktivitas masyarakat di sekitar rel kereta api cenderung meningkat. Anak-anak kerap memanfaatkan waktu luang

untuk bermain layang-layang, berkumpul bersama teman, hingga berswafoto di sekitar jalur kereta.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kondisi

tersebut melalui sosialisasi yang dilakukan secara rutin kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lintasan kereta api.

"Kami mengidentifikasi adanya potensi anak-anak bermain di jalur rel, baik bermain layang-layang, berkerumun, maupun berswafoto. Untuk itu, kami secara rutin melakukan sosialisasi.

Baca Juga: Sampoerna SKT Plant Rungkut 1 dan Plant Rungkut 2 Surabaya Gelar Stakeholder Meeting AWS, Soroti Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Kualitas Air

Sepanjang tahun ini saja sudah ada 72 kali kegiatan sosialisasi yang kami laksanakan kepada warga di sepanjang jalur rel wilayah Daop 8 Surabaya," ujar Mahendro, Rabu (1/7).

KAI Daop 8 Catat Tiga Kasus Pelemparan Batu

Selain meningkatnya aktivitas warga di sekitar rel, KAI Daop 8 Surabaya juga masih menemukan aksi vandalisme yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.

Sepanjang 2026, tercatat tiga kasus pelemparan batu atau benda lain ke arah kereta api di wilayah operasional Daop 8 Surabaya.

Aksi tersebut dinilai berpotensi membahayakan penumpang, awak kereta, serta merusak sarana perkeretaapian.

"Tercatat ada tiga kejadian pelemparan batu atau benda lain ke arah kereta api. Kami berharap sosialisasi ini dapat meminimalkan gangguan perjalanan, baik akibat vandalisme maupun aktivitas anak-anak di jalur rel," katanya.

Baca Juga: Pameran Lukisan MBG di Balai Pemuda Surabaya, Refleksi lewat Kebebasan Berkarya

Surabaya Dinilai Lebih Aman Dibanding Wilayah Lain

Meski masih terjadi beberapa insiden, Mahendro menilai kondisi keamanan jalur kereta api di Kota Surabaya relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain.

Menurutnya, tingginya kesadaran masyarakat serta pengawasan di kawasan permukiman yang berdekatan dengan rel menjadi faktor penting dalam menekan angka gangguan keamanan.

"Kondisi di Surabaya relatif aman. Tingkat kejadiannya tidak sebanyak di jalur luar Surabaya.

Meskipun jalur di sini berdekatan dengan permukiman warga, pengawasan dan kesadaran masyarakat cukup baik dibandingkan wilayah lain yang pengawasannya masih minim," jelasnya.

Petugas Rutin Turun ke Lapangan

Untuk memperkuat upaya pencegahan, KAI Daop 8 Surabaya menggandeng unsur keamanan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Setiap hari, sekitar tiga hingga lima petugas diterjunkan ke sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi bermain anak-anak maupun tempat berkumpul warga di sekitar jalur rel.

KAI berharap keterlibatan orang tua, guru, tokoh masyarakat, serta seluruh warga dapat meningkatkan kesadaran agar tidak melakukan aktivitas di sekitar rel kereta api.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan nyaman selama masa libur sekolah. (rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#surabaya #kereta api #kai daop 8 surabaya #Mahendro Trang Bawono