RADAR SURABAYA - Polrestabes Surabaya memperkuat Tim Tangguh Jogoboyo untuk respon cepat pengamanan Kota Pahlawan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan respon cepat dan efektivitas pengamanan di wilayah Kota Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan mengatakan, Tim Jogoboyo akan menjadi kekuatan pendukung utama dalam kegiatan patroli, pengamanan, dan back up situasi darurat yang membutuhkan mobilitas tinggi dan koordinasi cepat.
"Tim Jogoboyo dipersiapkan sebagai kekuatan respon cepat untuk mendukung pengamanan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kota Surabaya," ujarnya belum lama ini.
Baca Juga: Mutasi ASN Surabaya Diundur, Cak Eri Minta Pejabat Perempuan Kantongi Izin Suami
Dia menegaskan, anggota yang masuk sprint prioritas akan difokuskan penuh pada tugas operasional tim dan tidak dialihkan ke sprint lain selama masa penugasan berlangsung.
Namun, personel tetap dapat diperbantukan dalam pengamanan kegiatan besar seperti unjuk rasa maupun kegiatan masyarakat lainnya apabila diperlukan.
Menurut dia, meskipun tidak ada kegiatan lapangan, seluruh anggota tetap wajib menjalankan tugas rutin harian dan selalu siap digerakkan sewaktu-waktu.
Baca Juga: Sebulan, Ditreskrimum Polda Jatim Ungkap 195 Kasus Pencurian
Untuk meningkatkan efektivitas pergerakan, Tim Jogoboyo nantinya dibagi menjadi dua wilayah operasional, yakni timur dan barat Surabaya.
Pembagian ini dilakukan karena beberapa titik membutuhkan waktu tempuh cukup panjang dengan kondisi lalu lintas padat dan banyak persimpangan.
“Dengan pembagian wilayah, proses backup dan pergerakan personel diharapkan lebih cepat dan efisien,” terangnya.
Baca Juga: Prancis vs Swedia: Kylian Mbappe Berpeluang Lampaui Rekor Gol di Fase Gugur
Polrestabes Surabaya juga menyiapkan peningkatan kemampuan personel melalui refresh skill bersama komandan peleton, termasuk memaksimalkan kemampuan anggota yang memiliki latar belakang Brimob maupun fungsi teknis lainnya seperti lalu lintas, reserse kriminal, dan narkoba.
Dalam mendukung mobilitas operasional, seluruh anggota diwajibkan mampu mengendarai sepeda motor dengan baik dalam waktu satu minggu ke depan.
Pelatihan adaptasi kendaraan juga akan dilakukan secara bertahap, terutama bagi anggota yang belum terbiasa menggunakan motor berkapasitas besar.
Baca Juga: Atlet Terancam Dirugikan, Kubu Muskotlub Desak KONI Surabaya Akhiri Dualisme Percasi
“Penguasaan kendaraan menjadi hal penting karena mobilitas tim ini sangat tinggi. Semua anggota harus siap bergerak cepat dan aman,” tuturnya.
Sementara untuk menindak tegas pelaku kejahatan, Polrestabes Surabaya juga sudah membentuk tim khusus terdiri dari 23 personel memiliki kualifikasi khusus Brimob dan reserse.
"Kita sudah bentuk unit khusus terdiri 23 personel memiliki kualifikasi khusus Brimob, reserse akan kita gerakkan setiap hari patroli monitoring. Saya perintahkan terhadap pelaku yang meresahkan membahayakan keselamatan lakukan tindakan tegas, keras, terukur. Hentikan aksi-aksi meresahkan warga Surabaya," tegasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto