
RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Selasa (30/6/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah sepanjang hari. Sejak pagi hingga sore, langit Kota Pahlawan cenderung bersih dengan sinar matahari yang cukup terik. Suhu udara bergerak dari 22 derajat Celsius pada pagi hari dan mencapai puncaknya di kisaran 31 derajat Celsius pada siang hingga sore.
Pagi hari dimulai dengan kondisi cerah pada pukul 05.00 dengan suhu 22 derajat Celsius. Memasuki pukul 06.00 hingga 08.00, cuaca berubah menjadi cerah berawan sebelum kembali cerah penuh. Suhu udara perlahan naik dari 22 derajat Celsius menjadi 26 derajat Celsius.
Menjelang siang, panas mulai terasa lebih menyengat. Pada pukul 09.00 hingga 15.00, cuaca diprakirakan cerah tanpa potensi hujan. Suhu udara berkisar antara 28 hingga 31 derajat Celsius, dengan suhu terasa mencapai 32 derajat Celsius. Kelembapan udara juga menurun hingga kisaran 45–67 persen.
Sore hari hingga malam, cuaca tetap relatif stabil. Mulai pukul 16.00 hingga 19.00, langit masih cerah dengan suhu berangsur turun dari 30 derajat Celsius menjadi 25 derajat Celsius. Memasuki malam hari, cuaca diprakirakan cerah hingga berawan tipis dengan suhu berada di rentang 24–25 derajat Celsius.
Sepanjang hari, kecepatan angin tergolong lemah hingga sedang, berkisar 3–10 kilometer per jam. Peluang hujan di Surabaya tercatat 0 persen sepanjang hari.
Meski cuaca cerah, warga terutama yang tinggal di kawasan pesisir tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir Surabaya dan sekitarnya akibat fenomena bulan purnama atau full moon.
Fenomena bulan purnama terjadi pada Selasa pagi pukul 06.56 WIB. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut, sehingga dapat memicu banjir rob di sejumlah kawasan pesisir.
Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di daerah pesisir diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan naiknya permukaan air laut, terutama di wilayah yang selama ini rawan terdampak rob. Warga juga disarankan untuk memantau informasi terkini dari otoritas terkait sebagai langkah antisipasi. (*)
Editor : Lambertus Hurek