RADAR SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan wisata religi Ampel, Surabaya Utara. Sidak itu dilakukan menyusul keluhan warga dan peziarah terkait parkir semrawut yang memicu kemacetan parah.
Saat berada di lokasi, Eri menemukan banyak kendaraan parkir tidak tertib. Bahkan, sepeda motor dan mobil terlihat parkir hingga tiga baris di badan jalan. Kondisi itu membuat ruas jalan menyempit dan arus lalu lintas tersendat.
Baca Juga: Dua Dekade Perjuangan Rosidah Membesarkan UMKM Gula Merah, Makin Berkembang Berkat KUR BRI Sumenep
“Kawasan Ampel ini memang semrawut sekali. Bukan hanya parkir, tapi ada juga laporan peziarah dimintai uang saat menyeberang jalan,” ujar Eri.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Apalagi, kawasan Ampel merupakan salah satu destinasi wisata religi yang selalu ramai, terutama saat malam Jumat.
Eri sempat menegur para juru parkir (jukir) agar lebih tertib. Dia meminta mereka ikut menjaga ketertiban kota. Namun, sejumlah jukir justru beralasan bahwa kemacetan tersebut hal yang biasa terjadi saat malam Jumat.
Baca Juga: Dua Dekade Perjuangan Rosidah Membesarkan UMKM Gula Merah, Makin Berkembang Berkat KUR BRI Sumenep
Alasan itu membuat Eri tidak terima. “Mau malam Jumat atau tidak, harus tetap tertib. Kalau sudah ruwet seperti ini, saya yang disalahkan,” tegasnya.
Cak Eri langsung memanggil jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kota Surabaya di lokasi. Dia meminta penataan parkir segera dilakukan secara tegas dan terukur.
Untuk parkir, Eri menginstruksikan agar kendaraan diarahkan ke area belakang Terminal Ampel. Dia juga melarang kendaraan parkir di badan jalan. Khusus mobil, parkir harus mengikuti marka dengan posisi serong atau miring.
Selain itu, Satpol PP diminta membantu penertiban bagi pihak yang tidak mau diatur. Pemkot juga akan menurunkan Satgas Antipreman untuk memastikan tidak ada praktik pemalakan terhadap peziarah.
Eri menegaskan, penataan kawasan Ampel menjadi pekerjaan besar bagi pemkot. Karena itu, dia juga meminta dukungan masyarakat, termasuk para peziarah, agar ikut tertib dan menggunakan sistem pembayaran parkir nontunai.
“Kalau ada yang memaksa minta uang atau tidak sesuai aturan, segera laporkan ke petugas di lokasi atau melalui hotline,” kata dia.
Editor : Lambertus Hurek