RADAR SURABAYA - Debi, 35, seorang guru SMK di Surabaya menjadi korban perampasan atau jambret ponsel saat berada di depan salah satu apotek di Jalan Dharmawangsa, Surabaya, Jumat (19/6) pukul 19.57. Aksi perampasan ponsel tersebut terekam kamera CCTV yang ada di apotek. Videonya kemudian viral di media sosial (medsos).
Salah satu tukang parkir apotek Ngadiono mengatakan, saat kejadian dirinya berjaga di parkir sebelah utara. Ngadiono mengaku sempat mendengar teriakan korban jambret. "Saya lihat pelakunya sudah kabur ngebut ke sana lawan arus," ujarnya ditemui di lokasi, Kamis (25/6).
Ia menjelaskan, korban yang merupakan warga Jalan Gubeng Masjid, Surabaya, ini dijambret ponselnya raib. Usai kejadian korban meminta CCTV apotek dan melapor ke Polsek Gubeng.
Baca Juga: Banjir di Surabaya Makin Kompleks, Dewan Sebut Rumah Pompa dan Beton Bukan Solusi
Sementara Debi menceritakan awal mula kejadian saat ada janji dengan teman wali murid di depan apotek Jalan Dharmawangsa Jumat (19/6) pukul 19.30.
Saat itu dirinya tiba lebih awal di lokasi. Dia sempat memberikan kabar kepada teman sesama wali murid dengan cara mengirim foto lokasi ke grup WhatsApp (WA) bahwasanya sudah di depan apotek Jalan Dharmawangsa.
"Setelah jam 19.57 saya keluarkan HP mau nelpon salah satu mama. Pas mau tekan (menelpon) HP saya ditarik pelaku (berboncengan motor)," ucapnya.
Baca Juga: Curi HP Korban Pengeroyokan di Lumumba Surabaya, Pria Asal Waru Ditangkap
Sontak korban yang semula di atas motor dalam keadaan berhenti hilang keseimbangan. Korban berupaya mempertahankan HP namun gagal dan jatuh. "Saya teriak jambret tolong-tolong nggak ada yang ngejar. Pelaku lawan arah (kabur). Pelaku yang merampas pakai masker, kaca mata dan kaos hitam," terangnya.
Saat itu korban berada di pinggir jalan dan depan mobil Satpol PP. Namun anggota Satpol PP jaga di apotek sebelahnya. Dari rekaman CCTV pelaku berjumlah dua orang. "Yang dirampas HP Vivo Y22. Di dalam casing ada ATM BRI, SIM C dan kartu identitas guru," sebutnya.
Perempuan 35 tahun ini menambahkan usai kejadian langsung meminta rekaman CCTV apotek dan melapor ke Polsek Gubeng. Sehari kemudian korban mendapatkan kabar dari tetangganya SIM C dan identitas dirinya ditemukan warga di kawasan Taman Jembatan Merah.
Baca Juga: Penghargaan Khusus Forkopimda di Ajang Radar Surabaya Award 2026
Kemudian korban melapor ke polisi dan diantar polisi mengambil SIM C serta identitas pribadinya di rumah orang yang menemukan. "Keterangan yang menemukan identitas dan SIM tiba-tiba sudah di jok (penemu). Katanya ditaruh oleh tukang parkir," bebernya.
Hingga saat ini kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian. Pihaknya berharap polisi segera menangkap pelaku supaya tidak ada korban lain. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto