RADAR SURABAYA - MN, 22, tersangka pembacokan Bonek Sepanjang,Gionaldo Abraham Dandel alias Aldo, di Jalan Sumatera, Surabaya, mengaku pesta minuman keras (miras) bersama 15 orang temannya sebelum berangkat konvoi merayakan malam ulang tahun Persebaya ke 99 tahun.
Pesta miras itu dilakukan tersangka MN di depan gang Jalan Kedung Sroko VII,Tambaksari, Surabaya, Rabu (17/6) malam.
"Rumah) Surabaya. (Sampang) ke nenek. Minum depan gang 15 orang. Sepuluh sloki. Iya pak (mabuk semua)," ucap MN saat diinterogasi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan dalam konten yang diunggah di instagram @lutfhie.daily dilihat, Rabu (24/6).
Baca Juga: Garap Segmen Muda, Tanrise Property Rilis Tipe Ruby Tahap Dua di Grand Sunrise
Kombes Lutfhie juga sempat menanyakan mengenai alasan tersangka MN membawa celurit. MN lalu menjawab celurit digunakan antisipasi untuk kejadian seperti tahun sebelumnya. "Takut kejadian kayak tahun kemarin Pak. Iya Pak setelah lihat sosmed viral itu saya takut akhirnya lari. Dua kali (bacok korban). Saya nyabet seadanya kena tangan korban," ungkapnya sambil menunduk.
MN alias Nabil mengaku usai membacok korban dua kali, korban mengalami luka pendarahan cukup banyak di tangan. Korban lalu memegang tangannya dan berjalan mundur. Sementara MN langsung melarikan diri.
Baca Juga: "Saya Kembali": Ronaldo Lega Setelah Dua Gol Menghidupkan Peluang Portugal
Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap satu pelaku pembacokan terhadap Bonek Sepanjang Gionaldo Abraham Dandel alias Aldo. Pelaku inisial MN, 22, warga Jalan Kedung Sroko VII, Kelurahan Pacar Kembang Tambaksari Surabaya.
"Sudah (ditangkap). Tersangka inisial MN. Masih diperiksa," ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto, Minggu (21/6).
Tersangka MN ditangkap Tim Opsnal Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di Desa Pasarenan Kedungdung Sampang Madura Sabtu 20 Juni 2026 pukul 08.00.(rus/gun)
Editor : Guntur Irianto